Vivo tampaknya sedang betul-betul serius menggarap segmen bawah. Dalam satu akhir pekan, produsen asal China ini memperkenalkan dua perangkat entry-level dengan DNA yang mirip tapi diracik untuk pasar berbeda, nyaris bersamaan.
Yang pertama sudah resmi: Vivo Y6c meluncur di pasar China pada Minggu (19/7/2026) dengan harga 899 yuan, sekitar Rp 2,3 jutaan. Yang kedua masih dalam tahap teaser. Vivo T5 Lite 5G dikonfirmasi segera hadir di India, tanpa tanggal dan tanpa harga pasti.
Benang merah keduanya adalah baterai 6.500 mAh di bodi 6,74 inci. Ukuran sama, kapasitas sama. Di sinilah perbandingan mulai terasa menggelitik.
Vivo Y6c mengandalkan pengisian 15 watt, angka yang, jujur saja, terasa konservatif di 2026. Sebagai kompensasi, Vivo mengklaim baterai ini dirancang tetap sehat hingga lima tahun pemakaian normal, klaim yang masih perlu dibuktikan di lapangan. T5 Lite 5G jauh lebih galak di sisi ini: fast charging 44 watt, hampir tiga kali lipat rivalnya sendiri. Bukan selisih kecil.
Perbedaan lain yang kentara ada di dapur pacu dan kamera. Y6c dibekali chipset Unisoc T7225 fabrikasi 12nm, RAM 4 GB, storage 128 GB, dan kamera belakang tunggal 8 MP yang tidak akan membuat fotografer mana pun kagum. T5 Lite 5G naik kelas dengan MediaTek Dimensity 6300 yang membawa dukungan 5G, plus kamera utama 50 MP. Selisih yang lumayan besar untuk dua perangkat yang duduk di segmen serupa.
Layarnya identik di atas kertas: LCD HD Plus 1.600 x 720 piksel dengan refresh rate 120Hz. Y6c menambahkan sertifikasi TUV Rheinland sebagai poin jual ekstra, mengklaim layar lebih ramah mata berkat reduksi efek flicker. Di sisi lain, kecerahan puncak Y6c mencapai 1.200 nit, angka yang tidak buruk untuk kelas ini.
Di luar performa inti, agaknya ada beberapa kejutan kecil yang disematkan Vivo pada Y6c. IR blaster yang memungkinkan ponsel difungsikan sebagai remote TV atau AC, sertifikasi IP65 untuk ketahanan dari debu dan cipratan air, hingga SGS Five-Star Drop Resistance untuk uji benturan dan jatuh. Perangkat lunak berjalan di Android 16 dengan antarmuka OriginOS 6, salah satu dari sedikit ponsel di kelas ini yang sudah mengantongi OS terbaru. T5 Lite 5G disebut akan berbagi sertifikasi IP65 dan sensor sidik jari sisi bodi yang sama, meski detail software belum diungkap.
Untuk pasar Indonesia, dua-duanya belum ada kepastian. Vivo belum mengonfirmasi apakah Y6c akan keluar dari China. T5 Lite 5G sendiri belum punya jadwal peluncuran definitif bahkan untuk India sekalipun. Kalau salah satu atau keduanya akhirnya masuk, segmen Rp 2-3 jutaan bakal makin sesak. Pertanyaannya tinggal: baterai besar dan harga murah, masih cukup untuk memenangkan pembeli Indonesia yang kian melek spesifikasi?