KAMIS, 15 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Drama Coinbase: Strategy Tarik Balik 411 BTC, Pasa...

Finansial

Drama Coinbase: Strategy Tarik Balik 411 BTC, Pasar Sempat Panik

Strategy sempat memindahkan 411,5 BTC ke Coinbase Prime sebelum menariknya kembali beberapa jam kemudian, memicu spekulasi penjualan yang akhirnya mereda. Di balik manuver ini, kondisi kas perusahaan mulai mengkhawatirkan.

MicroStrategy Siap Lepas Bitcoin, Michael Saylor Ungkap Strategi Baru

Selama hampir dua tahun, Strategy tidak pernah sekali pun memindahkan bitcoin langsung ke bursa. Maka ketika data blockchain mendeteksi transfer 411,5 BTC ke Coinbase Prime pada akhir Mei, pasar langsung bereaksi keras, probabilitas penjualan bitcoin oleh Strategy di platform prediksi sempat melampaui 90%.

Beberapa jam kemudian, bitcoin itu ditarik kembali. Panik mereda, setidaknya untuk sementara.

Transaksi itu terbagi dalam dua pengiriman utama masing-masing sekitar 205 BTC, disertai sejumlah aktivitas dari dompet lain yang terkait. Transfer langsung ke bursa semacam ini adalah yang pertama bagi Strategy dalam hampir dua tahun, wajar jika pelaku pasar langsung menafsirkannya sebagai persiapan penjualan. Ketegangan semakin tinggi karena Michael Saylor sebelumnya sudah mengisyaratkan, dalam wawancara dengan analis senior CoinDesk James Van Straten, bahwa penjualan sebagian bitcoin bukan lagi tabu. Saylor menyebut tiga sumber modal potensial untuk memenuhi kewajiban dividen: penjualan bitcoin, penerbitan ekuitas MSTR baru ketika saham diperdagangkan di atas 1,22x nilai aset bersih, atau penggalangan modal lewat STRC.

Konteks keuangannya memang tidak bisa diabaikan. Strategy baru saja membeli kembali US$1,5 miliar surat utang konversi 0% yang jatuh tempo 2029, langkah yang memangkas beban utang tapi sekaligus menguras kas. Saldo kas perusahaan anjlok dari sekitar US$2,25 miliar menjadi US$871 juta. Dengan kewajiban dividen preferen tahunan sekitar US$1,7 miliar, cadangan yang tersisa hanya cukup menutup sekitar enam bulan, padahal semula dirancang untuk buffer 24 bulan. Bukan angka yang nyaman.

Sinyal tekanan itu mengarah ke satu titik: STRC, efek preferen perpetual Strategy. Sekuritas ini idealnya diperdagangkan mendekati nilai nominal US$100, karena level tersebut memungkinkan Strategy terus menerbitkan saham melalui program at-the-market dan mengumpulkan modal tambahan. Kenyataannya, STRC sempat jatuh ke US$97,11 seiring bitcoin yang merosot ke kisaran US$73.000. Tekanan pada STRC biasanya muncul dua kali: saat bitcoin melemah, dan pada periode setelah tanggal ex-dividend.

Pesaing baru mulai mencuri perhatian. Strive Asset Management lewat sekuritas preferen abadi SATA menawarkan dividen harian dengan yield sekitar 13%, dan dalam dua pekan terakhir SATA bertahan kokoh di sekitar US$100 bahkan saat bitcoin tertekan. Dalam tiga bulan terakhir, saham Strive melonjak sekitar 110%, jauh melampaui MSTR yang hanya naik 12% di periode yang sama. Divergensi ini, agaknya, mencerminkan preferensi investor terhadap neraca yang lebih bersih dan struktur imbal hasil yang lebih menarik.

Saylor sendiri tetap memberi sinyal ambigu. Unggahan singkat bertuliskan "Working Better" di media sosial pada 31 Mei, disertai bubble chart riwayat pembelian bitcoin dari StrategyTracker.com, dibaca pasar sebagai petunjuk bahwa Strategy bersiap kembali berakumulasi. Grafik serupa kerap diunggah Saylor beberapa hari sebelum pengumuman pembelian baru. Jika benar ada pembelian, transaksi itu diperkirakan dilakukan di harga lebih rendah dari rata-rata akuisisi sebelumnya sekitar US$75.701 per BTC, karena bitcoin diperdagangkan di kisaran US$73.934 per koin pada Senin (1/6/2026) pagi atau setara sekitar Rp1,31 miliar.

Jeda panjang. Perusahaan belum melakukan pembelian bitcoin baru sejak 18 Mei 2026, menandai masa absen terpanjang dalam pola akumulasi mingguan yang selama ini jadi ciri khas Strategy. Total kepemilikan kini tercatat 843.738 BTC dengan nilai pasar lebih dari US$62 miliar.

Satu agenda lagi yang tengah dikejar manajemen: proxy vote yang berakhir 7 Juni 2026 untuk mengubah skema pembayaran dividen STRC dari bulanan menjadi dua kali sebulan. Proposal ini butuh dukungan minimal 50% dari 85 juta saham yang beredar. CEO Phong Le sampai turun langsung lewat video untuk merayu pemegang saham ritel, kelompok yang secara historis hanya menggunakan sekitar 29% hak suara mereka, jauh di bawah investor institusi yang angkanya mencapai 77%.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Strategy akan menjual bitcoin. Kapan, dan berapa banyak yang bisa mereka tahan sebelum tekanan kas memaksa tangan mereka.