NVIDIA memastikan teknologi neural rendering DLSS 5 tidak akan jadi hak eksklusif pemilik RTX 50 selamanya, kabar yang sudah cukup lama dinanti jutaan gamer yang masih nyaman di ekosistem RTX 40 Series dan belum punya rencana upgrade dalam waktu dekat.
Konfirmasi tersebut datang lewat Wccftech. NVIDIA akan membuka dukungan RTX 40 setelah proses optimasi untuk RTX 50 rampung dikerjakan. Artinya, tidak ada tanggal pasti. Pemilik RTX 40 perlu sedikit bersabar.
Tapi seberapa besar sebenarnya "beban" yang harus diterima?
Pengujian langsung pada Asus ROG Zephyrus G14 berbekal GPU RTX 5070 Ti memberikan gambaran yang cukup gamblang. Di layar menu NBA 2K27, yang menjadi judul perdana DLSS 5 sejak dirilis 3 September 2026, frame rate rata-rata amblas dari 109,8 FPS ke hanya 30,4 FPS begitu DLSS 5 diaktifkan. Latency ikut melonjak dari 35,8 ms menjadi 102,1 ms. Di mode replay, situasinya serupa: dari 92,6 FPS terjun ke 26,9 FPS, sementara latency melar sampai 128,8 ms.
Tiga kali lipat. Untuk GPU kelas RTX 5070 Ti, angka itu cukup bikin dahi berkerut.
Sisi yang agak melegakan: saat gameplay beneran berlangsung, frame rate praktis tidak bergerak, 115,8 FPS tanpa DLSS 5 versus 115,2 FPS dengan DLSS 5 aktif. Rahasianya ada di pengali 6x Frame Generation yang diaktifkan selama sesi bermain. Tanpa penopang itu, beban transformer model DLSS 5 langsung terasa, khususnya di sesi-sesi statis seperti menu dan cutscene, di mana developer umumnya memilih menonaktifkan Frame Generation.
Ini bukan upscaler konvensional. DLSS 5 memakai pendekatan 3D-guided Neural Rendering berbasis model AI yang berinteraksi langsung dengan geometri layar, lalu menyuntikkan detail pencahayaan, material, kulit, dan rambut secara neural setelah proses rendering tradisional kelar. Hasilnya memang impresif: detail mikro pada kulit pemain seperti Jalen Brunson dan Victor Wembanyama tampak hidup, keringat merespons pencahayaan stadion dengan cara yang sulit dibedakan dari rekaman nyata, dan tidak ada ghosting atau artefak agresif yang selama ini jadi keluhan pada upscaler generasi sebelumnya.
Ada catatan, tapi. Keunggulan visual ini optimal hanya pada game bergaya fotorealistik. Pada game yang lebih stylized, hasilnya justru bisa terasa ganjil, pertimbangan yang relevan bagi gamer dengan selera genre beragam.
GPU utilization pada laptop tersebut, yang mengandalkan RTX 5070 Ti ber-TDP 115 watt, melonjak dari 41 persen ke 86 persen selama gameplay meski frame rate hampir tidak bergeser. Frame Generation menyembunyikan beban itu, bukan menghilangkannya. Temuan ini sejalan dengan laporan PC Gamer yang mencatat penurunan performa 50-60 persen saat DLSS 5 berjalan tanpa Frame Generation.
Pertanyaannya jadi semakin tajam: kalau laptop dengan RTX 5070 Ti saja butuh Frame Generation sebagai penopang wajib, sejauh apa optimasi yang bisa dilakukan NVIDIA untuk RTX 40 yang kapabilitas komputasinya lebih rendah? Kompromi antara kualitas visual dan performa di sana agaknya akan jauh lebih ketat, kalau data ini bisa dipercaya sebagai patokan.
Bagi pemilik RTX 40 yang selama ini merasa terlewat, kabar dukungan ini tetap menarik. Tapi ekspektasi perlu dijaga. DLSS 5 bukan sulap, dan angka dari lapangan sudah bicara cukup jelas.