Lantai 17 Gedung Menara Iqra bukan ruang seremonial biasa. Jumat, 6 Maret 2026, ruangan itu jadi tempat pertemuan yang agaknya lebih dari sekadar basa-basi antar pimpinan.
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor datang langsung menemui Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Dr. Abd Rakhim Nanda, didampingi Branch Manager KC Makassar Wahyudi Dahlan. Di sisi tuan rumah, Rektor hadir bersama Wakil Rektor II Dr. Ihyani Malik, M.Si dan Wakil Rektor IV Dr. Burhanuddin, M.Si. Suasana hangat. Jauh dari kesan kaku.
Bukan perkenalan baru. Hubungan BSN dan Unismuh Makassar sebetulnya sudah berjalan, mencakup dua lini yang menyentuh langsung operasional harian kampus: pengelolaan pembayaran SPP mahasiswa dan sistem payroll gaji dosen.
Alex tak menyembunyikan apresiasinya. "Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan baik bersama Unismuh Makassar. Kami juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BSN dalam pengelolaan layanan keuangan," ujarnya di hadapan rombongan Rektor.
Kepercayaan itu, kata Alex, bukan melulu soal transaksi. Ia membingkainya sebagai sinergi konkret antara dunia pendidikan dan sektor perbankan syariah, satu ekosistem yang diklaim bisa memberi layanan lebih efektif bagi seluruh sivitas akademika. Kalau data di lapangan nanti bisa membuktikan klaim itu, baru cerita lain.
Silaturahmi semacam ini, entah kebetulan atau tidak, kerap jadi pintu masuk bagi perluasan kolaborasi yang lebih nyata. Kedua institusi menyatakan pertemuan ini diharapkan membuka peluang kerja sama baru yang mendukung pengembangan Unismuh sekaligus memperluas jangkauan layanan keuangan berbasis syariah di Makassar dan sekitarnya.
Langkah kecil. Tapi dalam ekosistem ekonomi syariah yang masih dibangun dari bawah, kunjungan seperti ini punya bobot tersendiri.