MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Perbankan  ›  Direktur BCA Turun Langsung ke Binus, 560 Mahasisw...

Perbankan

Direktur BCA Turun Langsung ke Binus, 560 Mahasiswa Dapat Kuliah Gratis dari Praktisi Senior

PT Bank Central Asia Tbk menggelar kuliah umum BCA Berbagi Ilmu di Bina Nusantara University pada 8 April 2026, menghadirkan Direktur BCA Haryanto T. Budiman di hadapan lebih dari 560 mahasiswa.

Lima ratus enam puluh mahasiswa. Itu angka yang duduk di hadapan Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Haryanto T. Budiman, saat kuliah umum bertajuk BCA Berbagi Ilmu digelar di Bina Nusantara University, Jakarta, 8 April 2026 lalu.

Bukan angka kecil untuk sebuah sesi kuliah tamu.

Tema yang diusung, From Lecture Hall to Real World: Thriving in a Turbulent Era, agaknya dipilih dengan sadar. Sektor keuangan sedang bergerak sangat cepat, transformasi digital tidak menunggu siapa pun selesai wisuda, dan gap antara apa yang diajarkan di kelas dengan apa yang terjadi di lantai dealing room perbankan nyata kerap terasa menganga.

BCA, lewat program ini, mencoba menjembatani keduanya. Bukan basa-basi korporat semata. Haryanto hadir sebagai praktisi senior yang bicara langsung dari pengalaman lapangan, bukan dari slide PowerPoint generik.

Substansinya cukup kritis. Ada transfer pengetahuan operasional yang tidak akan ditemukan di buku teks mana pun, penekanan pada integritas sebagai fondasi sebelum seseorang menyentuh uang nasabah, hingga literasi manajemen risiko yang, jujur saja, masih jadi titik lemah banyak fresh graduate yang masuk industri keuangan.

Soal adaptabilitas teknologi juga masuk agenda. Wajar. Bank tanpa infrastruktur digital hari ini ibarat warung tanpa kasir, lambat laun ketinggalan zaman. Mahasiswa yang masuk dunia kerja tiga hingga empat tahun lagi akan menghadapi lanskap yang jauh berbeda dari yang ada sekarang. Pertanyaannya, apakah bekal dari bangku kuliah cukup untuk itu?

Kolaborasi antara institusi perbankan dan kampus bukan hal baru. Intensitasnya memang terasa semakin serius, terutama setelah pandemi mengakselerasi perubahan digital secara brutal. BCA bukan satu-satunya bank yang aktif di jalur ini, tapi program Berbagi Ilmu cukup konsisten dijalankan lintas kampus.

Dalam konteks visi Indonesia Emas 2045, narasi "mencetak talenta siap pakai" mudah terdengar klise. Yang membedakan adalah apakah praktisi yang datang benar-benar bicara tentang realita industri, atau sekadar promosi rekrutmen berkedok kuliah umum. Dari skala kehadiran dan nama pembicara yang diturunkan, BCA agaknya memilih yang pertama.