RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  DeRUCCI Bawa Kasur AI ke Indonesia, Klaim Bisa Bac...

Tekno

DeRUCCI Bawa Kasur AI ke Indonesia, Klaim Bisa Baca Postur Tubuh Secara Realtime

Brand premium asal China, DeRUCCI, resmi mendarat di Indonesia dengan meluncurkan kasur berbasis AI pertama di pasar lokal dan membuka dua Flagship Experience Center sekaligus.

The Future of Sleep: Could AI-Powered Mattresses Revolutionize Your Nights? | Bedding Mart

Pasar kasur premium Indonesia kedatangan pemain baru yang datang bukan dengan produk biasa. DeRUCCI, brand healthy sleep asal China yang sudah beroperasi di sejumlah negara, resmi masuk Indonesia lewat peluncuran PT Duta DeRUCCI Indonesia (DDI) sekaligus pembukaan dua Flagship Experience Center secara bersamaan: satu di BSD Gading Serpong, satu lagi di Indonesia Design District (IDD) PIK, Jakarta.

Produk yang jadi sorotan utama adalah DeRUCCI T11+ AI Mattress, yang diklaim sebagai kasur berbasis kecerdasan buatan pertama yang resmi dipasarkan di sini. Bukan sekadar label marketing. Kasur ini dibekali sistem sensor yang bekerja realtime untuk membaca postur tubuh, distribusi tekanan, hingga pergerakan pengguna sepanjang malam. Dari data itu, sistem AI-nya secara otomatis menyesuaikan tingkat dukungan agar posisi tulang belakang tetap ergonomis, tanpa pengguna perlu melakukan apa-apa.

Fitur yang agaknya paling menarik adalah Dual-Zone Independent Support. Teknologi ini memungkinkan dua sisi kasur beroperasi secara independen, sehingga dua orang dengan preferensi kenyamanan berbeda bisa tidur di ranjang yang sama tanpa saling mengorbankan kualitas istirahat. Ada juga 5-Zone Precision Adjustment yang menarget lima titik tubuh secara presisi, yaitu bahu, punggung, pinggang, pinggul, dan kaki, plus aplikasi mobile untuk memantau laporan kualitas tidur dan menyesuaikan pengaturan kasur dari genggaman.

Soal data klinis, China Sleep Research Society merilis hasil penelitian independen yang menyebut pengguna T11+ mengalami percepatan waktu tidur hingga 37,3 persen, frekuensi bolak-balik posisi berkurang 21,5 persen, dan durasi tidur naik 20,8 persen. Angka yang tidak main-main. Meski begitu, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya, perlu dicatat bahwa penelitian tersebut berasal dari ekosistem yang tidak sepenuhnya netral dari kepentingan DeRUCCI.

Untuk masuk ke Indonesia, DeRUCCI tidak jalan sendiri. Mereka bermitra dengan PT Duta Abadi Primantara (DAP), distributor premium mattress dan bedding yang sudah lebih dari tiga dekade beroperasi di Indonesia dengan jaringan lebih dari 1.000 dealer dan 14 kantor cabang. Dari kolaborasi ini lahir PT Duta DeRUCCI Indonesia sebagai entitas bersama yang akan mengelola ekspansi lokal. DAP juga punya rekam jejak di segmen perhotelan dan distribusi nasional yang luas, bak gayung bersambut untuk brand yang baru menginjakkan kaki.

Dari sisi produk, DeRUCCI mengklaim materialnya dirancang khusus untuk iklim tropis: sirkulasi udara tinggi, anti-jamur, anti-tungau. Tiga hal yang relevan untuk cuaca lembap seperti di Indonesia. Perusahaan juga tengah mengembangkan Intelligent Healthy Sleep System, ekosistem yang mengintegrasikan AI, desain ergonomis, material premium, dan platform digital dalam satu sistem.

Segmen premium home living di Indonesia memang sedang bergerak naik, didorong konsumen kelas atas yang makin sadar bahwa kualitas istirahat bukan lagi urusan sekunder. DeRUCCI agaknya membaca tren ini dengan tepat. Pertanyaannya tinggal satu: seberapa dalam kantong konsumen Indonesia yang bersedia merogoh kocek untuk kasur yang bisa "berpikir"?