SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  DEN Menghadap Prabowo di Hambalang, Bawa Laporan E...

Ekonomi

DEN Menghadap Prabowo di Hambalang, Bawa Laporan Ekonomi dan GovTech

Dewan Ekonomi Nasional menggelar pertemuan dengan Presiden Prabowo di Hambalang, membahas kondisi ekonomi nasional dan percepatan transformasi digital pemerintahan lewat GovTech.

DEN laporkan kondisi ekonomi dan pengembangan GovTech ke Prabowo

Selasa sore, Luhut Binsar Pandjaitan tidak datang sendirian ke kediaman Presiden di Hambalang, Bogor. Ketua Dewan Ekonomi Nasional itu membawa rombongan lengkap: Wakil Ketua Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, Firman Hidayat, Tubagus Nugraha, Pantro Pander Silitonga, untuk melapor langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dua agenda besar dibawa dalam pertemuan 14 Juli 2026 itu. Pertama, laporan kondisi perekonomian nasional terkini beserta masukan strategis soal bagaimana Indonesia harus bermanuver menghadapi dinamika global yang makin sulit ditebak. Kedua, perkembangan implementasi Government Technology alias GovTech. Agenda yang agaknya tidak banyak disorot media, padahal bobotnya tidak ringan.

GovTech bukan proyek digitalisasi birokrasi biasa. Arahnya spesifik: meningkatkan akurasi data pemerintah agar program bantuan benar-benar menyentuh yang berhak. Masalah salah sasaran dalam penyaluran bansos bukan cerita baru, dan pemerintah tampaknya bertaruh bahwa sistem terintegrasi berbasis data digital bisa memotong kebocoran itu secara sistemik. Kalau data ini bisa dipercaya, taruhannya cukup besar.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang mengunggah momen pertemuan lewat akun Instagram @sekretariat.kabinet, menulis bahwa penyempurnaan GovTech diarahkan untuk "meminimalkan kesalahan sasaran, memperkuat efektivitas penyaluran bantuan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin modern, efisien, dan transparan."

Konfigurasi peserta pertemuan itu menarik dicermati. Hadir Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar. Bukan rapat kecil. Kehadiran Kepala Bappenas dan Menteri PANRB sekaligus memberi sinyal bahwa yang dibahas bukan laporan rutin, ada irisan antara perencanaan pembangunan, reformasi birokrasi, dan digitalisasi yang sedang dirajut bersamaan.

Bagi pelaku pasar, pertemuan ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa pemerintah sedang merapatkan barisan menghadapi tekanan eksternal, baik dari perlambatan ekonomi global maupun ketidakpastian geopolitik. Pertanyaannya, seberapa cepat masukan DEN itu bergerak dari meja diskusi menjadi regulasi atau alokasi anggaran nyata? Itu yang belum terjawab.