SABTU, 17 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Cum Dividen JSMR Hari Ini, Yield 5,9% Dua Kali Lip...

Finansial

Cum Dividen JSMR Hari Ini, Yield 5,9% Dua Kali Lipat Lebih Dari Deposito

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memasuki cum date dividen tunai Rp1,13 triliun hari ini. Dengan yield hampir 6% dan valuasi PBV 0,59 kali, analis kompak rekomendasikan beli.

Cum Dividen Tiba (2/6), Perusahaan Pelat Merah Ini Beri Dividen Rp 15.620/Lot

Hari ini, Selasa 2 Juni 2026, adalah hari terakhir investor bisa menangkap dividen tunai PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Lewat dari hari ini, kepemilikan saham JSMR tidak lagi menyertakan hak atas dividen tahun buku 2025.

Total dana yang disiapkan perseroan berkisar Rp1,1 triliun, sekitar 31 persen dari laba bersih 2025 yang tercatat Rp3,65 triliun. Dividen per saham ditetapkan Rp156,2, eh, maksudnya: Rp156,2 per lembar, artinya tiap lot menghasilkan Rp15.620 cash masuk ke rekening.

Pada penutupan Jumat pekan lalu, JSMR bertengger di Rp3.010, naik 1,35 persen dari sesi sebelumnya. Yield dividen dari harga itu? 5,9 persen. Besar, terutama kalau dibandingkan bunga deposito perbankan yang saat ini hanya merayap di kisaran 2 persen. Nyaris tiga kali lipat.

Keputusan bagi dividen disepakati dalam RUPST 20 Mei 2026. "Sisa laba bersih tahun 2025 dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai cadangan," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangan resmi. Soal jadwal: ex date 3 Juni, recording date 4 Juni, pembayaran 19 Juni 2026.

Secara valuasi, PBV JSMR cuma 0,59 kali dengan PER 6,23 kali, kapitalisasi pasar Rp21,84 triliun. Saham ini sudah amblas 18,65 persen dalam tiga bulan terakhir. Bagi sebagian investor, justru itulah daya tariknya sekarang.

Dari sisi kinerja, gambarannya tidak hitam putih. Pendapatan kuartal I-2026 tumbuh 10,4 persen secara tahunan menjadi Rp5,1 triliun, cukup solid. Laba bersih? Tergerus 16,5 persen ke Rp774,66 miliar pada periode yang sama. Tekanan yang belum sepenuhnya hilang.

Analis Binaartha Sekuritas Eka Rahmawati mencatat JSMR sudah menerapkan penyesuaian tarif di enam ruas tol sepanjang 2025, plus tiga penyesuaian lagi di kuartal I-2026. Untuk 2026, manajemen menargetkan sekitar 20 penyesuaian tarif, dengan 12 di antaranya tuntas di semester pertama. Kenaikan tarif inilah yang agaknya menjadi tumpuan thesis bullish para analis.

"Kami berpikir akuisisi jalan tol kurang mungkin terjadi pada 2026, karena JSMR akan fokus pada proyek yang sudah ada," kata Etta Rusdiana Putra, analis Maybank Sekuritas. Lima proyek yang dimaksud: Tol Probolinggo-Banyuwangi, Yogyakarta-Bawen, Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban. Kebijakan ODOL yang berlaku 2027 juga diprediksi membawa perbaikan arus lalu lintas dan efisiensi operasional, kalau data proyeksi ini bisa dipercaya.

Risikonya tetap ada. Suku bunga yang masih tinggi, pertumbuhan trafik yang bisa melambat kalau ekonomi ikut ngerem, potensi beban dari percepatan proyek bertenor panjang. Variabel-variabel yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Eka dan Etta kompak pasang rekomendasi beli. Target harga masing-masing Rp5.000 dan Rp4.500 per saham. Dari posisi Rp3.010, upside ke target yang lebih konservatif pun masih di atas 49 persen. Pertanyaannya sekarang: mau ambil dividennya dulu, atau langsung hold buat ngejar capital gain?