SENIN, 19 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Crossing Rp1,2 Triliun dan Net Buy Asing Rp698 Mil...

Finansial

Crossing Rp1,2 Triliun dan Net Buy Asing Rp698 Miliar, BBCA Melesat 4%

Saham BBCA ditutup menguat 4,02% ke Rp6.475 pada Jumat (17/7/2026), diwarnai transaksi crossing jumbo Rp1,2 triliun via JP Morgan dan net buy asing hampir Rp700 miliar. Analis bidik target hingga Rp10.000 seiring rencana buyback Rp5 triliun.

Transaksi Jumbo Rp1,2 Triliun di Saham BBCA, Ada Apa?

Jumat (17/7/2026) bisa jadi salah satu sesi paling ramai untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dalam beberapa bulan terakhir. Harga saham emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia ini meroket 4,02% ke level Rp6.475, didorong gelombang beli asing yang deras sekaligus diwarnai satu transaksi negosiasi yang langsung menyedot perhatian.

Di pasar negosiasi, Bursa Efek Indonesia mendeteksi transaksi tutup sendiri (crossing) senilai Rp1,2 triliun yang dieksekusi melalui JP Morgan Sekuritas. Volume yang berpindah tangan mencapai 1,9 juta lot, disepakati di harga rata-rata Rp6.400 per lembar. Siapa pihak di balik transaksi ini? Belum ada konfirmasi resmi dari manajemen BBCA hingga akhir pekan.

Di pasar reguler, gambarannya tak kalah panas. Nilai transaksi menyentuh Rp2,04 triliun dengan volume 319,19 juta lembar dan frekuensi 56.469 kali. Net buy asing tercatat Rp698,29 miliar. Untuk satu sesi, angka itu tidak main-main.

Rebound ini sejatinya sudah tercium sehari sebelumnya. Kamis (16/7), BBCA menguat 1,63% diiringi net buy asing Rp186,75 miliar, memutus rentetan aksi jual yang konsisten berlangsung sepanjang 10 hingga 15 Juli 2026. Ada yang mulai akumulasi sebelum "pesta" Jumat dimulai, entah kebetulan atau tidak.

Katalis yang memperkuat momentum datang dari rencana buyback senilai Rp5 triliun yang diumumkan manajemen. Bagi pasar, program sekelas ini lazimnya dibaca sebagai sinyal bahwa manajemen menilai harga saat ini masih di bawah nilai wajar, sekaligus menjadi bantalan teknis bagi harga di pasar sekunder. Kode keras, kalau boleh disebut begitu.

Sejumlah analis merespons dengan menaikkan target harga. KB Valbury Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk sesi Senin (20/7) dengan area beli di Rp6.275 hingga Rp6.475, target pertama Rp6.575 dan resistance lanjutan Rp6.875, stop loss di Rp5.975. Di level lebih jauh, ada analis yang sudah berani mematok target Rp10.000, sebuah angka yang agaknya masih butuh waktu dan katalis fundamental tambahan untuk benar-benar dicapai.

Bagi investor yang sudah lama nyangkut di harga tinggi, dua hari terakhir pekan ini mungkin sedikit memulihkan napas. Pertanyaan sesungguhnya: apakah buying ini berkesinambungan, atau sekadar aksi satu-dua sesi yang dipicu crossing jumbo tadi?