Sistem pajak nasional itu ternyata punya celah yang cukup memalukan. Terlalu rumit dipakai orang biasa, sampai melahirkan ekosistem joki yang kini ditawarkan terang-terangan di media sosial.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui desain Coretax memang bermasalah. Platform itu, kata dia, kurang ramah bagi pengguna umum, sehingga memunculkan peluang bagi perantara berupa joki manusia atau software interface untuk menjembatani wajib pajak dengan sistemnya. "Rupanya didesain supaya agak sulit dipakai orang biasa, sehingga ada joki atau software interface yang bisa menghubungkan Coretax dengan orang biasa," ujar Purbaya di Jakarta, Senin.
Pernyataan itu bikin sebagian orang mengernyitkan dahi. Sistem perpajakan nasional yang seharusnya menyederhanakan kepatuhan pajak justru menciptakan ceruk bisnis baru bagi para joki SPT. Ironis.
Di Threads, sejumlah akun terang-terangan menawarkan jasa pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan dengan tarif relatif murah. Sasarannya wajib pajak yang frustrasi dengan antarmuka Coretax, lalu memilih jalan pintas ketimbang bergulat sendiri dengan sistem.
Purbaya mengakui fenomena ini berakar dari logika ekonomi yang sederhana. "Itu kalau di ekonomi kan kalau ada kesempatan pasti ada yang masuk ke situ. Tapi, ke depan kita betulin sehingga Coretax enggak perlu pakai joki lagi," katanya. Persoalannya, celah itu justru menganga di dalam sistem yang seharusnya kedap dari manipulasi.
Soal perbaikan, agaknya jangan berharap cepat. Purbaya bilang waktunya terlalu pendek, apalagi baru kurang dari sebulan ia mengetahui duduk persoalannya.
Angka adopsi Coretax sendiri terus bertambah. Hingga 5 April 2025, Direktorat Jenderal Pajak mencatat 17,71 juta wajib pajak sudah mengaktifkan akun. Dari jumlah itu, 16,64 juta adalah wajib pajak orang pribadi, 976.261 wajib pajak badan, 90.629 instansi pemerintah, dan 227 pelaku perdagangan melalui sistem elektronik.
Angka yang besar. Tapi kalau sebagian dari mereka harus bayar joki dulu sebelum bisa lapor pajak, pertanyaannya sederhana: di mana letak "kemudahan" yang dijanjikan sistem ini?