KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  China Bangun PLTS 50 MW di Ketinggian Ekstrem Xiza...

Ekonomi

China Bangun PLTS 50 MW di Ketinggian Ekstrem Xizang

China General Nuclear Power Group mulai menggarap pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 50 MW di ketinggian 4.550 meter di wilayah otonom Xizang, sebuah proyek yang menggabungkan teknologi fotovoltaik dan termal surya di salah satu dataran tertinggi di dunia.

Di ketinggian 4.550 meter, alat berat sudah mulai bergerak.

China General Nuclear Power Group resmi memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 50 MW di Kabupaten Damxung, Lhasa, wilayah otonom Xizang, China barat daya. Pengumuman itu keluar Senin (6/4). Ini bukan proyek surya biasa.

Yang membedakan megaproyek ini dari ratusan PLTS lain di China adalah teknologinya, yakni cermin cekung berbasis termal surya yang dikawinkan dengan sistem fotovoltaik konvensional. Kombinasi dua pendekatan itu, kerap disebut proyek terpadu PV dan tenaga termal surya, memungkinkan pembangkit tetap berproduksi bahkan ketika matahari sedang tidak bersinar langsung. Panas yang sudah tersimpan bisa dikonversi menjadi listrik belakangan. Praktis, tidak ada jam matahari yang terbuang.

50 MW di elevasi seganas Damxung. Bukan angka kecil.

Xizang selama ini dikenal punya intensitas radiasi matahari tertinggi di dunia, justru karena elevasinya yang luar biasa. Atmosfer lebih tipis di ketinggian itu membuat sinar matahari nyaris tidak tersaring sebelum menghantam permukaan. Bagi pengembang energi surya, itu berkah. Tapi bagi kontraktor konstruksi, kondisi oksigen rendah dan suhu yang bisa anjlok tajam begitu gelap datang adalah mimpi buruk operasional.

Inisiatif ini agaknya tidak berdiri sendiri. Beijing sudah lama mendorong wilayah barat untuk lebih mandiri secara energi, bukan sekadar bergantung pada pasokan dari grid timur. Xizang, dengan segala keterbatasan infrastrukturnya, ternyata menyimpan kartu truf yang susah ditandingi: matahari melimpah hampir sepanjang tahun.

Pertanyaannya, apakah skema ini bisa direplikasi di wilayah terpencil lain? Terlalu dini untuk bilang. Tapi kalau pembangkit ini berhasil beroperasi penuh di kondisi seekstrem Damxung, jawabannya mungkin tidak butuh waktu lama.