Laba bersih naik hampir tiga kali lipat, dividen ikut membesar.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, resmi menetapkan dividen tunai senilai US$40 juta atau setara Rp 5,56 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini lahir dari RUPST yang digelar 8 Mei 2026.
Angka itu bukan kebetulan. Sepanjang 2025, CDIA membukukan laba bersih US$127,8 juta, melonjak 281,7% dari US$33,5 juta setahun sebelumnya. Masif. Pendapatan bersih juga terkerek 44,8%, dari US$102,3 juta menjadi US$148 juta, cermin pertumbuhan yang bukan sekadar efisiensi biaya tapi memang ada permintaan nyata di belakangnya.
Dividen ini bersumber penuh dari laba bersih 2025. Bagi yang ingin kebagian, cum dividen di pasar reguler jatuh 20 Mei 2026, recording date 22 Mei, pembayaran 9 Juni 2026.
Pasar, agaknya, sudah mengendus sinyal ini lebih awal. Pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, saham CDIA ditutup menguat 5,47% ke Rp 1.060, memutus rantai penutupan di zona merah sejak 6 hingga 11 Mei. Volume perdagangan 110,59 juta lembar, frekuensi 18.833 kali, nilai transaksi Rp 113,63 miliar.
Asing ikut masuk. Net buy tercatat Rp 4,97 miliar di sesi itu, mempertegas kembalinya selera setelah aksi jual tipis Rp 748,18 juta pada 11 Mei. Dua hari sebelumnya, 7 dan 8 Mei, modal asing sudah masuk bertahap dengan nilai Rp 13,48 miliar dan Rp 2,15 miliar.
Ada katalis lain. Anak usaha CDIA, PT Chandra Shipping International, merampungkan akuisisi 57,5% saham PT ELPI Trans Cargo dari PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) pada 8 Mei 2026. Transaksi ini melibatkan pengalihan 17.250 saham dengan total nilai nominal Rp 17,25 miliar.
"Pada 8 Mei 2026, perseroan mengalihkan sebanyak 17.250 saham ELPI Trans Cargo kepada Chandra Shipping International, dengan total nilai nominal saham yang dialihkan sebesar Rp17,25 miliar," kata Wawan Heri Purnomo, Corporate Secretary ELPI, dalam laporan ke otoritas bursa. Langkah ini, menurut Wawan, ditujukan untuk memperkuat fokus bisnis ELPI di sektor jasa offshore. "Transaksi ini tidak memberikan dampak terhadap kegiatan operasional perseroan, dan kegiatan usaha perseroan tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya," tambahnya.
ELPI Trans Cargo kini resmi di bawah kendali Chandra Shipping, tidak lagi jadi entitas anak terkonsolidasi dari Pelayaran Ekalya. Ekspansi CDIA di segmen logistik maritim semakin terbentuk. Klaim yang masih perlu dibuktikan eksekusinya, tapi setidaknya fundamentalnya sudah bergerak ke arah yang benar.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas memasukkan CDIA sebagai rekomendasi trading untuk Kamis, 13 Mei 2026. Entry point di kisaran 1.050, target harga 1.190, stoploss di 970. Potensi upside sekitar 13% dari level entry. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.