SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  CDIA Tebar Dividen Perdana, Yield Tipis tapi Saham...

Bisnis

CDIA Tebar Dividen Perdana, Yield Tipis tapi Saham Tetap Membara

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) resmi mengumumkan dividen tunai perdana sebesar Rp5,56 per saham, meski yield-nya hanya 0,52 persen di tengah harga saham yang sudah melesat lebih dari lima kali lipat sejak IPO Juli 2025.

Why the Indonesian Stock Market is Booming – ASEAN EXCHANGES

Belum genap setahun melantai di bursa, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sudah berani bagi-bagi laba.

Emiten infrastruktur milik grup Prajogo Pangestu ini resmi menetapkan dividen tunai perdana sebesar Rp5,563434 per saham untuk tahun buku 2025, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 8 Mei 2026. Bagi yang ingin kebagian, recording date-nya jatuh pada 22 Mei 2026, cum dividen di pasar reguler pada 20 Mei, dan pembayaran dijadwalkan 9 Juni 2026.

Angka dividennya sendiri, jujur saja, tidak besar. Dengan harga saham CDIA yang parkir di Rp1.060 per saham pada penutupan terakhir, dividend yield-nya hanya sekitar 0,52 persen. Tipis.

Tapi konteksnya yang membuat angka ini tetap ramai dibicarakan. CDIA melakukan IPO pada 9 Juli 2025 di harga Rp190 per saham, melepas 12,48 miliar saham ke publik dengan nilai penawaran Rp2,37 triliun dan free float sekitar 9,90 persen. Sejak hari pertama melantai, saham ini bergerak bak roket. Pada sesi perdagangan terakhir, CDIA ditutup menguat 5,47 persen ke level Rp1.060 dengan volume 110,59 juta saham berpindah tangan. Dari harga IPO ke harga sekarang, saham ini sudah melesat lebih dari lima kali lipat dalam waktu kurang dari setahun.

Dengan lompatan harga seperti itu, wajar kalau yield 0,52 persen terasa seperti recehan. Investor yang masuk di harga IPO sudah lama cuan dari capital gain, bukan dividen. Yang masuk di harga sekarang pun, agaknya juga bukan karena tergiur yield-nya.

Lantas kenapa dividen perdana ini tetap jadi perhatian? Karena sinyal yang dibawanya lebih penting dari nominalnya. Ini pertama kalinya CDIA mendistribusikan laba kepada pemegang saham, bukti bahwa mesin profitabilitas perseroan sudah berputar cukup kencang untuk dibagi, bukan sekadar diputar kembali ke ekspansi. Konsistensi arus kas, kalau data ini bisa dipercaya, jadi pertanyaan yang terus diulang analis, khususnya melihat agresivitas ekspansi infrastruktur grup Barito Pacific yang belum tanda-tanda mereda.

Selain distribusi laba, RUPST juga mengagendakan perubahan susunan pengurus, remunerasi direksi dan komisaris, penunjukan auditor, serta penyesuaian kegiatan usaha sesuai KBLI 2025. Padat, untuk emiten yang baru seumur jagung di bursa.

Satu hal yang patut dicermati: free float CDIA hanya 9,90 persen. Likuiditas terbatas. Justru itu yang sering bikin saham seperti ini mudah "digerakkan" dengan volume relatif kecil, bak pedang bermata dua buat trader yang tidak cermat membaca momentum. Pelaku pasar jangka pendek paham betul dinamika ini.

Apakah reli masih berlanjut atau sudah waktunya ambil napas? Bisa jadi keduanya benar, tergantung siapa yang ditanya. Pasar yang akan menjawab.