Dari panggung Dolby Theatre di Los Angeles, Capcom melempar kejutan yang langsung membakar linimasa komunitas gaming: remake dari salah satu entry paling ikonik di franchise-nya, yang selama bertahun-tahun hanya hidup dalam kenangan nostalgia para penggemar lama.
Resident Evil: Veronica adalah remake dari Resident Evil: Code Veronica yang pertama kali rilis tahun 2000. Game orisinalnya berlatar tiga bulan setelah tragedi di Resident Evil 2 (1998), bersamaan dengan kejadian di Resident Evil 3: Nemesis (1999). Kisah ini mengikuti Claire Redfield dan kakaknya, Chris Redfield, yang berjuang bertahan hidup dari wabah virus di sebuah pulau penjara terpencil di Samudra Selatan, lalu berlanjut ke fasilitas penelitian di Antartika. Bukan setting yang tanggung.
Seri ini sudah merombak Resident Evil 2, Resident Evil 3, dan Resident Evil 4 dengan sukses besar. Code Veronica, selama ini, justru jadi satu-satunya entry mayor yang luput dari giliran remake, semacam utang lama yang terus ditagih komunitas di forum-forum penggemar. Capcom menyebut proyek ini dirancang menghidupkan kembali judul klasik tersebut sekaligus menjangkau generasi pemain baru. Kalimat PR yang familiar, memang. Tapi konteksnya masuk akal.
Pengumuman ini muncul di sesi presentasi Summer Game Fest pada Jumat, 6 Juni 2026, disiarkan langsung dari Dolby Theatre. Termasuk yang paling ramai diperbincangkan hari itu, bersanding dengan Teenage Mutant Ninja Turtles: The Last Ronin dari Paramount Games Studio.
Capcom sebetulnya sudah punya satu peluru yang lebih dulu ditembakkan. Resident Evil Requiem, judul utama kesembilan franchise ini, debut pada Februari lalu dengan memperkenalkan karakter baru: analis FBI Grace Ashcroft, yang menyelidiki serangkaian kematian misterius yang melibatkan para penyintas insiden Raccoon City, dengan bantuan Leon S. Kennedy. Dua judul besar dalam satu tahun. Capcom agaknya sedang tidak mau memberi ruang napas buat kompetitornya.
Resident Evil: Veronica dijadwalkan rilis tahun depan. Buat pemain yang dulu terpaku di depan layar TV bersama Claire dan Chris di era PlayStation 2, ini bisa jadi alasan kuat untuk kembali ke dunia survival horror yang, kalau diingat-ingat lagi, cukup bikin trauma.