SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Perbankan  ›  Cadangan Bank AS di The Fed Menyusut, Tanda QT Mak...

Perbankan

Cadangan Bank AS di The Fed Menyusut, Tanda QT Makin Dekat Titik Akhir

Cadangan kas perbankan Amerika di Federal Reserve terus mengecil, memicu gejolak di pasar overnight funding dan mendorong spekulasi bahwa era pengetatan neraca bank sentral hampir usai.

Selisih antara Secured Overnight Financing Rate (SOFR) dan suku bunga acuan Federal Reserve sudah melebar ke level tertinggi sejak akhir 2024. Bagi pelaku pasar uang, ini bukan angka yang bisa diabaikan.

Sejak awal September, pasar pinjaman harian di Amerika Serikat terus bergolak. Pasar ini, tempat bank dan manajer aset saling pinjam dana untuk jangka sangat pendek bahkan hitungan jam, biasanya berjalan tanpa banyak drama. Kalau tiba-tiba tegang, biasanya ada sesuatu yang lebih dalam sedang bekerja di bawah permukaan sistem keuangan.

Yang sedang terjadi kali ini cukup jelas: cadangan kas perbankan di The Fed menyusut.

Tekanan itu agaknya tidak bisa dilepaskan dari manuver US Treasury yang tengah membangun kembali kas pemerintah. Proses itu menyedot likuiditas dari sistem, dan imbasnya langsung terasa di suku bunga jangka sangat pendek yang terus merangkak. Bloomberg melaporkan situasi ini pada 8 Oktober 2025, mengonfirmasi apa yang sudah lama dibisikkan para pedagang pasar uang.

Satu implikasi besar muncul dari sini. Penyusutan cadangan bank di Federal Reserve bisa menjadi penanda bahwa program quantitative tightening (QT), yakni pengurangan aset di neraca The Fed, sudah semakin dekat titik akhirnya. Sejak 2022, The Fed secara konsisten membiarkan obligasi yang jatuh tempo tidak diperpanjang, perlahan mengempeskan neraca yang pernah bengkak melampaui USD 9 triliun pasca pandemi.

Masalahnya, tidak ada angka pasti soal berapa level cadangan yang dianggap aman oleh The Fed. Ibarat mengisi bensin sambil matiin lampu indikator. Pasar cuma bisa menebak dari sinyal-sinyal tidak langsung, dan spread SOFR yang melebar ini adalah salah satunya. Cukup untuk bikin pelaku pasar gelisah.

Pertanyaannya sekarang: apakah The Fed akan mundur lebih cepat dari jadwal, atau tetap ngotot sampai cadangan betul-betul di titik kritis? Jawaban atas pertanyaan itu bisa sangat menentukan arah likuiditas global, termasuk arus modal ke pasar-pasar berkembang, Indonesia di antaranya.