KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  BYD Atto 2 Siap Masuk Indonesia: Blade Battery, AD...

Bisnis

BYD Atto 2 Siap Masuk Indonesia: Blade Battery, ADAS, dan Interior Premium di Harga Rp245 Jutaan

BYD Atto 2 segera hadir di Indonesia membawa kombinasi interior soft touch premium, fitur keselamatan ADAS lengkap, dan teknologi Blade Battery, dengan harga diprediksi mulai Rp245 jutaan.

Rp245 jutaan. Angka itu, kalau harga resminya memang mendarat di sana, cukup untuk memulai percakapan serius di segmen SUV kompak listrik yang selama ini sudah punya penghuni tetap.

BYD Atto 2 disebut-sebut akan segera mengaspal di Indonesia, membawa tiga proposisi utama: interior berbahan soft touch yang terasa premium saat disentuh, paket ADAS lengkap yang biasanya hanya hadir di kelas lebih mahal, dan Blade Battery yang sudah lama jadi keunggulan teknis andalan BYD di seluruh lininya.

Soal kabin, kesan pertama memang yang dijual. Material soft touch di titik-titik sentuh interior memberikan rasa yang berbeda dari SUV listrik sekelas. Kebanyakan rival masih bergantung pada plastik keras glossy khas mobil volume. BYD seperti ingin bilang: harga terjangkau tidak harus identik dengan interior murahan.

Fitur ADAS-nya bukan sekadar pelengkap brosur. Paket keselamatan aktif ini mencakup blind spot monitoring dan sejumlah assist system yang relevan untuk kondisi lalu lintas perkotaan Indonesia. Jujur saja, jarang ada yang hadir selengkap ini di rentang harga segini.

Jantung mekanisnya? Motor listrik 177 PS, baterai LFP 51 kWh dengan klaim jangkauan 410 km, dan fast charging hingga 82 kW. Blade Battery, teknologi baterai berbentuk bilah yang pertama kali diperkenalkan BYD beberapa tahun silam, diklaim lebih tahan benturan dan lebih jinak soal risiko kebakaran ketimbang baterai lithium konvensional. Keunggulan yang kian relevan, mengingat kekhawatiran publik soal keamanan kendaraan listrik belakangan ini bukan lagi omong kosong.

Apakah Atto 2 akan benar-benar menggusur rivalnya? Pertanyaan yang belum bisa dijawab sekarang. Tapi kalau soal amunisi teknis, setidaknya bekalnya tidak tipis.