Sepanjang 2025, BYD Atto 1 berhasil terjual lebih dari 22.500 unit di Indonesia, cukup untuk membuat para produsen LCGC melirik spion dengan sedikit was-was. Momentum itu kini dijaga dengan cara yang konkret: peluncuran New Atto 1 sekaligus penambahan varian STD yang selama ini absen dari jajaran.
Tiga varian kini tersedia. STD dipatok Rp 199 juta, Dynamic naik ke Rp 205 juta dari sebelumnya Rp 199 juta, dan Premium dibanderol Rp 245 juta dari harga lama Rp 235 juta. Kenaikan Rp 6-10 juta pada varian lama bukan sekadar penyesuaian harga. BYD memastikan ada upgrade produk yang menyertainya.
Pada varian Dynamic, pembaruan mencakup electric folding mirror, pengaturan jok pengemudi elektrik enam arah, serta electronic column shifter dengan center console baru. Kabin terasa lebih lapang, setidaknya itu yang diklaim. Varian Premium kebagian panoramic image dan layar infotainment yang membesar ke 12,8 inci, plus jumlah airbag yang diklaim bertambah jadi enam buah.
Varian STD? Ini pintu masuk paling terjangkau. Spesifikasinya lebih sederhana: velg 15 inci dengan wheel cover dan lampu halogen projector. Tapi jangan buru-buru meremehkan, rear view camera, layar infotainment 10,1 inci, dan electronic column shifter tetap hadir. Pilihan warna tiga: Sprout Green, Apricity White, Cosmos Black.
"Melalui penyegaran BYD ATTO 1 dan kehadiran varian baru STD, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas listrik yang accessible dengan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen Indonesia," ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Ternyata STD bukan titik akhir ekspansi ke bawah. Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations BYD Indonesia, terang-terangan memberi sinyal bahwa satu varian lagi yang lebih terjangkau sedang disiapkan. "Kami juga ingin tetap ada line up Atto 1 varian yang masih tetap bisa accessible, sehingga nanti kita akan menambah satu varian lagi di bawah. Kita namakan mungkin Standard atau STD," kata Luther. Soal rentang harga yang sempat beredar di angka Rp 170 jutaan, belum ada konfirmasi resmi dari BYD.
Lonjakan pesanan itulah yang membuat BYD harus minta maaf secara terbuka. Luther mengakui pemesanan tiba-tiba meledak dalam waktu singkat, memaksa sistem distribusi ke jaringan diler ditata ulang dari awal. BYD kini mewajibkan diler menyampaikan estimasi pengiriman yang jelas, agar tidak ada gesekan di level retail.
Dari Cina, kabar lain datang. Di Beijing Auto Show 2026, versi terbaru Atto 1 yang dikenal sebagai Dolphin Mini diperkenalkan dengan tambahan sensor LiDAR sebagai bagian dari sistem God's Eye B dan DiPilot 300. Fitur itu opsional, dengan biaya tambahan. Dua warna baru turut menyertai: Mango Orange dan Mint Orange. Apakah semua itu akan menyeberang ke Indonesia? Belum ada jawaban resmi. Tapi mengingat Atto 1 sudah berstatus CKD alias dirakit lokal, ruang untuk penyesuaian spesifikasi agaknya terbuka cukup lebar, kalau memang ada keinginan ke sana.
Pangsa pasar EV nasional menembus sekitar 18% pada kuartal keempat 2025. Bukan angka kecil. Atto 1 disebut sebagai salah satu kontributor utama capaian itu. Pertanyaannya sekarang: apakah varian yang lebih murah lagi akan mendorong angka itu naik lebih jauh, atau justru menggerus margin BYD sendiri?