Harga Rp199 juta. Angka itu kini resmi terpasang di banderol BYD Atto 1 varian terbaru yang masuk pasar Indonesia pada pertengahan Mei 2026, menjadikannya mobil listrik termurah dalam jajaran BYD di Tanah Air, setidaknya untuk saat ini.
PT BYD Motor Indonesia meluncurkan varian Atto 1 STD bersamaan dengan penyegaran dua varian yang sudah ada, Dynamic dan Premium. Bukan pembaruan katalog biasa. BYD agaknya membaca sinyal pasar dengan cukup cermat: ada segmen konsumen yang tertarik beralih ke kendaraan listrik, tapi ganjalan di harga belum hilang juga.
"Kami ingin tetap ada line up Atto 1 varian yang masih tetap bisa accessible," ujar Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan di Bogor, Rabu (13/5/2026). Kehadiran tipe STD, kata Luther, lahir dari riset internal sekaligus masukan langsung pengguna Atto 1 yang sudah beredar di jalanan.
Lantas apa yang didapat pembeli di harga segitu? Atto 1 STD tetap kebagian fitur yang cukup layak untuk pemakaian harian perkotaan: rear view camera, layar infotainment 10,1 inci, electronic column shifter, dan center console desain terbaru yang juga jadi benang merah pembaruan di seluruh varian. Tradeoff-nya ada di beberapa pos: velg 15 inci dengan wheel cover menggantikan alloy, lampu halogen projector menggantikan LED, konfigurasi interior yang lebih sederhana. Tersedia dalam tiga pilihan warna, Sprout Green, Apricity White, dan Cosmos Black, semuanya dipadu interior Black + Grey.
Dua varian di atasnya juga bergerak. New Atto 1 Dynamic kini dijual Rp205 juta, mendapat tambahan electric folding mirror dan electric driver seat adjustment 6-way. New Atto 1 Premium naik ke Rp245 juta dengan upgrade layar infotainment menjadi 12,8 inci, panoramic image, dan fitur keselamatan ekstra. Manajemen BYD menyebutnya bukan kenaikan harga, melainkan "improvement" yang menyertai penyesuaian banderol. Framing yang menarik, kalau data ini bisa dipercaya begitu saja, mengingat Dynamic sebelumnya dijual Rp199 juta dan Premium ada di Rp235 juta.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyebut kehadiran varian STD sebagai upaya menghadirkan "solusi mobilitas listrik yang accessible" bagi konsumen Indonesia. Kalimat korporat yang familiar. Tapi konteksnya kali ini cukup konkret: dengan STD, gap antara Atto 1 termurah dan city car ICE konvensional kelas menengah kian tipis. Pertanyaannya, berapa jauh celah itu bisa ditekan?
BYD saat ini mengoperasikan enam model di pasar Indonesia, mulai Atto 1 hingga Sealion 7. Atto 1 menjadi satu-satunya yang mengalami penyesuaian harga sekaligus penambahan varian pada Mei 2026 ini. Dan sepertinya BYD belum berhenti sampai di situ. Beberapa unggahan siluet di akun Instagram resmi BYD Indonesia mengindikasikan kehadiran M6 berteknologi PHEV dalam waktu dekat. Soal harga, beredar estimasi mulai dari Rp100 jutaan, setidaknya itu yang disebut-sebut sebelum peluncuran resmi.
Bagi yang mencermati ekosistem EV domestik, tren ini bak gayung bersambut antara ambisi pabrikan dan momentum pasar. Pabrikan Tiongkok terus mendorong harga masuk ke segmen yang makin rendah. BYD memimpin gerakan itu paling agresif.