Rp4,9 triliun. Angka itulah yang ditorehkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dari penjualan Surat Berharga Syariah Negara ritel sepanjang 2025, sekaligus mengunci tiga penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai Mitra Distribusi SBSN Terbaik 2025.
Tiga kategori disapu bersih. BSI mengantongi gelar Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik 2025 untuk kategori Bank Syariah, Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik untuk kategori Skema Investasi Sosial, dan Peringkat Ketiga Dealer Utama SBSN Terbaik 2025. Bukan torehan kecil, mengingat ruang kompetisi distribusi SBSN melibatkan lembaga keuangan kelas kakap.
Posisi BSI memang agak berbeda dari pemain lain. Satu-satunya bank syariah pemegang lisensi Primary Dealer SBSN, perseroan secara struktural punya peran lebih dalam menjaga likuiditas pasar sekunder syariah. Kalau bank lain sekadar berjualan, BSI juga ikut membentuk kedalaman pasarnya. Peran ganda yang tidak semua lembaga keuangan bisa klaim.
Direktur Treasury & International Banking BSI Firman Nugraha menegaskan bahwa perseroan tidak sekadar berfungsi sebagai distributor instrumen negara. BSI, katanya, ingin menjadi katalisator yang menjembatani sektor keuangan komersial dengan dimensi sosial. Wujudnya antara lain pemasaran Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), instrumen yang menggabungkan imbal hasil investasi dengan mekanisme wakaf produktif. "BSI berkomitmen memperluas basis investor dan meningkatkan literasi guna menciptakan pasar modal syariah yang lebih dalam, likuid, dan efisien," ujar Firman dalam keterangan resmi, Rabu (9/4/2025).
Klaim yang, jujur saja, perlu dibuktikan konsistensinya dari tahun ke tahun. Tapi angka Rp4,9 triliun setidaknya memberi substansi pada pernyataan itu.
Dari sisi infrastruktur, BSI bertumpu pada ekosistem digital yang sudah cukup matang. Superapp BYOND by BSI, BSI Net Banking, dan BSI Mobile menjadi kanal distribusi ritel yang menjangkau segmen investor individu secara inklusif. Pembelian Sukuk Ritel maupun Sukuk Tabungan bisa dilakukan langsung dari genggaman, tanpa perlu antre di kantor cabang.
Pertanyaannya, berapa lama momentum ini bisa dijaga? BSI juga memperkuat cengkeramannya di ekosistem pasar modal syariah yang lebih luas: sebagai Agen Penjual Reksa Dana Syariah, Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek lewat kerja sama dengan perusahaan sekuritas, hingga penyedia Rekening Dana Syariah untuk transaksi saham syariah. Infrastrukturnya solid, agaknya, tapi kompetisi di segmen ini kian ramai dan investor ritel semakin melek pilihan di sisa 2025.