SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Syariah  ›  BSI dan BCA Syariah Siapkan Jurus Ramadan: Emas, Z...

Syariah

BSI dan BCA Syariah Siapkan Jurus Ramadan: Emas, ZISWAF, hingga Ekspansi Digital

Dua bank syariah besar kompak memasang target ambisius memasuki Ramadan, mengandalkan lonjakan pembiayaan emas, transaksi digital, dan layanan zakat sebagai mesin pertumbuhan.

Ramadan selalu punya daya tarik tersendiri buat industri perbankan syariah. Konsumsi naik, transaksi digital meledak, dan kebutuhan pembiayaan konsumer ikut terseret ke atas. Tahun ini, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) dan PT Bank BCA Syariah sama-sama melihat momen ini bukan sekadar musiman, melainkan peluang struktural.

BSI menutup 2025 dengan penyaluran pembiayaan Rp318,84 triliun, tumbuh 14,49% YoY. Hampir semua indikator kinerjanya bergerak di zona dobel digit, jauh melampaui rata-rata industri. Kualitas aset pun ikut membaik: NPF gross turun ke 1,81%, dengan NPF nett terjaga di 0,47%. Bersih, untuk ukuran bank sebesarnya.

Sekitar 90% dari total pembiayaan mengalir ke segmen pro-rakyat, yang menurut sumber yang ada di sumber asli mencakup BUMN, UMKM, ASN, pegawai BUMN, TNI/Polri, rumah sakit, hingga institusi pendidikan.

"Kinerja BSI sepanjang 2025 solid dan tumbuh sehat. Hampir semua indikator kinerja tumbuh dobel digit jauh di atas industri," kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. Soal likuiditas jelang Ramadan, ia menyebut kondisi perseroan cukup tangguh. "Dari sisi DPK cukup ample dan pembiayaan memiliki tren positif. Momen ini menjadi peluang bagi BSI ambil peran dalam pertumbuhan islamic ecosystem," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (22/2/2026).

Fokus BSI selama Ramadan terbilang spesifik: ekosistem emas, UMKM, dan layanan ZISWAF lewat superapp BYOND. Produk BSI Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas diproyeksikan jadi primadona. Bukan tanpa alasan. Harga emas yang masih tinggi membuat masyarakat kian melirik skema cicil maupun gadai ketimbang beli tunai.

Infrastruktur digital BSI pun tidak bisa dianggap enteng: 127.000 BSI Agen, 20.000 EDC, 563.000 titik QRIS, 6.000 ATM, plus layanan cash management BEWIZE dengan 43.000 pengguna aktif. Jaringan seluas itu berkontribusi langsung pada kenaikan fee based income perseroan sebesar 25,06% YoY sepanjang 2025. "Inovasi layanan ini memberikan pengaruh positif untuk fee based BSI naik sekitar 25,06% YoY pada tahun 2025," tutur Anggoro.

BCA Syariah membawa cerita yang tidak kalah menggoda. Direkturnya, Pranata, mencatat pembiayaan murabahah emas alias Emas iB tumbuh 365% di Januari 2026 dibanding periode sama tahun lalu, dengan nilai menyentuh Rp721 miliar. Tiga digit dalam satu bulan. Pasar agaknya sudah tidak sabar menyambut Ramadan lebih awal dari kalender.

BCA Syariah mendorong pertumbuhan DPK lewat optimalisasi fitur mobile banking BSya, termasuk promo belanja Ramadan dan fitur donasi zakat-infak-sedekah yang terintegrasi. Kolaborasi dengan sejumlah brand serta penyelenggaraan expo di beberapa kota juga disiapkan sebagai amunisi literasi. "Momentum Ramadan ini kami pergunakan sebaik-baiknya untuk mendorong pertumbuhan baik dari DPK, pembiayaan konsumer dan meningkatkan literasi produk dan layanan BCA Syariah," kata Pranata.

Dari sisi permodalan, ruang ekspansi masih terbuka lebar. CAR BCA Syariah per Januari 2026 tercatat 27,4%, level yang memberi banyak keleluasaan untuk terus tancap gas tanpa terbentur batas regulasi.

Pertanyaannya tinggal satu: apakah momentum Ramadan tahun ini benar-benar akan melampaui ekspektasi, atau sekadar mengikuti pola musiman yang sudah terbaca sejak lama? Jawaban itu, seperti biasa, akan terlihat di laporan kinerja kuartal pertama.