Spekulasi soal penjaminan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan potensi margin call akhirnya mendapat respons resmi dari induknya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), setelah tekanan harga saham TPIA di pasar belakangan ini memicu keresahan di kalangan investor.
Dalam pernyataan resmi Kamis (21/5/2026), manajemen BRPT menegaskan bahwa seluruh fasilitas pembiayaan, termasuk penjaminan saham TPIA, dikelola secara hati-hati dengan mempertimbangkan skenario risiko secara terukur. Perseroan juga secara spesifik menyebut bahwa mekanisme mitigasi volatilitas pasar sudah masuk dalam struktur penjaminan, dan rasio margin serta posisi likuiditas dijaga dengan disiplin. Bukan klaim kosong, tapi juga belum ada angka konkret yang disertakan.
Wajar kalau pasar was-was. Ketika harga saham yang dijadikan agunan tergerus cukup dalam, kekhawatiran soal margin call memang bak air yang mencari celah, karena lender punya hak meminta tambahan jaminan atau menjual aset yang digadaikan begitu nilai agunan menyentuh ambang batas tertentu.
Seberapa aman posisi BRPT sesungguhnya? Manajemen tidak merinci angka spesifik soal rasio margin atau nilai fasilitas pembiayaan yang terlibat. Kalau data ini bisa dipercaya begitu saja, setidaknya respons resmi ini memberi sinyal bahwa perseroan menyadari keresahan pasar dan memilih tidak diam.
Bagi pemegang saham BRPT maupun TPIA, pernyataan ini agaknya belum cukup untuk meredakan kecemasan sepenuhnya. Pasar butuh lebih dari kata "prudent". Ia butuh angka.