SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Perbankan  ›  BRI Satu-satunya Bank Indonesia di Global 500 2026...

Perbankan

BRI Satu-satunya Bank Indonesia di Global 500 2026, Peringkat ke-369 Dunia

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merebut posisi nomor satu Indonesia dalam Brand Finance Global 500 2026, menduduki peringkat ke-369 dunia bersanding dengan Apple, Google, hingga Amazon.

Peringkat ke-369 dunia. Bukan pencapaian biasa.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) resmi masuk daftar Global 500 2026 versi Brand Finance, lembaga konsultan valuasi merek berbasis di London yang jadi salah satu rujukan paling kredibel di industri ini. Dari seluruh merek asal Indonesia yang masuk pemeringkatan, BBRI bertengger paling atas, tunggu, em dash dihapus, BBRI bertengger paling atas, sekaligus menjadi satu-satunya bank dari Indonesia yang berhasil menembus jajaran 500 merek paling bernilai di planet ini.

Sebelas brand dari kawasan ASEAN masuk daftar tersebut, termasuk BRI. Namanya kini bersanding dengan Apple, Microsoft, Google, Amazon, YouTube. Bukan nama yang perlu diperkenalkan.

Capaian ini agaknya bukan sekadar medali di lemari. Brand value yang diakui secara global biasanya punya korelasi nyata dengan kepercayaan nasabah, daya tarik deposan, hingga posisi tawar dalam ekspansi bisnis lintas batas. Untuk bank yang DNA-nya lekat dengan segmen kerakyatan dan UMKM, masuk ke liga ini tidak datang begitu saja. Ada panjangnya cerita di balik angka itu.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut capaian ini cerminan kepercayaan publik yang terus menguat. "Pengakuan global ini kami dedikasikan kepada seluruh nasabah setia BRI serta Insan BRILiaN yang telah memberikan kontribusi terbaiknya. Seiring percepatan BRIVolution Reignite, termasuk melalui corporate rebranding, BRI tetap berpegang pada DNA kerakyatannya dengan menghadirkan layanan yang semakin inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Identitas baru ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus menjaga kedekatan BRI dengan masyarakat lintas generasi," kata Hery.

Soal rebranding itu sendiri, Hery tegas: perubahan visual bukan berarti pergeseran karakter. BRI tetap ingin dikenal sebagai bank yang inklusif dan merakyat, cuma kali ini dengan tampilan yang lebih segar dan langkah digital yang lebih sigap.

Pertanyaannya, tentu saja: apakah pengakuan merek sekelas ini akan ikut mengangkat saham BBRI yang sepanjang beberapa bulan terakhir masih dalam tekanan? Kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal jangka panjang, pasar pada akhirnya akan menjawab sendiri.