Jumat, 15 Agustus 2025. Tim BRI Cabang Martapura bersama BRI Unit Syamsudin Noor masuk langsung ke Gedung Bina Angkasa, Mako Lanud Sjamsudin Noor, Kalimantan Selatan. Bukan menunggu nasabah datang ke kantor, mereka yang datang ke barak.
Sosialisasi produk dan layanan perbankan itu dihadiri Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Penerbang Suparjo, beserta para kepala dinas, pejabat jajaran, hingga personel militer dan PNS yang bertugas di pangkalan tersebut. Materi yang dibawakan tim BRI mencakup kemudahan transaksi digital, program tabungan, fasilitas kredit, sampai layanan finansial lain yang relevan bagi kebutuhan sehari-hari personel.
Kolonel Suparjo mengapresiasi inisiatif BRI yang mau turun langsung ke lingkungan Lanud Sam, sebutan akrab untuk Lanud Sjamsudin Noor. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar membantu personel memahami layanan perbankan modern, tapi juga membuka peluang nyata untuk memanfaatkan fasilitas keuangan secara tepat dan aman.
Branch Office Head BRI Martapura, Subkhan Effendi, menyampaikan komitmen serupa. Kunjungan ini, kata Subkhan, bukan transaksi satu arah. BRI berencana menjaga kerjasama jangka panjang dengan Lanud Sam, termasuk dukungan untuk kegiatan sosial dan program kesejahteraan anggota, bukan cuma urusan rekening dan kredit.
Segmen TNI dan ASN memang ceruk yang tidak bisa diremehkan. Basis nasabah yang stabil, profil risiko kredit yang relatif rendah, ditambah volume payroll yang konsisten dari bulan ke bulan: kombinasi inilah yang membuat komunitas militer jadi sasaran strategis bank-bank besar. BBRI sendiri secara historis cukup agresif menggarap segmen ini lewat skema payroll dan KUR.
Pertanyaannya tetap sederhana: dari sekian personel yang hadir, berapa yang akhirnya benar-benar beralih atau menambah produk BRI? Angka konversi itulah, kalau boleh jujur, yang paling telanjang menilai efektivitas pendekatan jemput bola semacam ini.