SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  BPD Bali Selisih Rp300 Miliar dari KBMI 2

Ekonomi

BPD Bali Selisih Rp300 Miliar dari KBMI 2

Modal inti Bank BPD Bali menyentuh Rp5,7 triliun di triwulan I 2026, hanya Rp300 miliar lagi dari ambang batas KBMI 2. Aset, kredit, dan DPK kompak tumbuh di tengah ekspansi agresif kredit produktif.

Modal inti Rp5,7 triliun. Kurang Rp300 miliar lagi.

PT Bank Pembangunan Daerah Bali Tbk (BALI) menutup triwulan pertama 2026 dengan angka yang cukup untuk membuat manajemen percaya diri. Bank milik pemerintah daerah Bali ini kini berdiri di ambang naik kelas dari KBMI 1 ke KBMI 2, seiring rencana Otoritas Jasa Keuangan yang akan menghapus kategori KBMI 1 sepenuhnya.

Angka Rp5,7 triliun itu bukan jatuh dari langit. Ada suntikan setoran modal dari pemegang saham sebesar Rp746 miliar yang jadi bahan bakar utamanya, ditambah kinerja operasional yang solid sepanjang Januari hingga Maret. Target resmi sudah tertuang dalam Rencana Bisnis Bank: naik kelas ke KBMI 2 sebelum tutup tahun 2026.

Tiga indikator utama bergerak serentak ke arah yang sama. Aset tumbuh 8,23% secara tahunan, kredit memuai 8,66%, dan Dana Pihak Ketiga naik 5,36% year-on-year. Bukan pertumbuhan yang bikin rahang turun, tapi konsisten dan terukur. Pola klasik bank daerah yang tahu batas kemampuannya.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyebut tiga pilar yang menopang kinerja awal tahun: ekspansi kredit agresif di sektor produktif, penghimpunan DPK, dan inovasi layanan digital.

Yang menarik dari struktur kreditnya adalah porsi UMKM yang mendominasi hingga 52,09% dari total portofolio. Lebih dari separuh buku kredit BPD Bali mengalir ke pelaku usaha kecil dan menengah. Strategi ini agaknya sengaja dipertahankan, mengingat segmen UMKM di Bali punya korelasi erat dengan sektor pariwisata yang terus memulih.

Di sisi digital, hasilnya juga lumayan. Fee based income terkerek 24,18% secara tahunan, didorong volume transaksi yang naik lewat platform digital. Dana murah atau CASA ikut menguat, yang berarti cost of fund bisa dijaga tetap kompetitif.

Bisakah BPD Bali mengejar sisa Rp300 miliar dalam tiga kuartal? Dengan laju pertumbuhan modal yang ada, bisa jadi kuartal III sudah cukup untuk melewati ambang batas. Tapi itu tergantung apakah setoran modal tambahan dari pemegang saham masih akan mengalir, dan seberapa besar laba ditahan yang bisa dikontribusikan hingga akhir tahun.

Naik kelas ke KBMI 2 bukan sekadar prestise. Bank di kategori ini punya ruang lebih luas untuk ekspansi bisnis, termasuk akses ke instrumen pendanaan yang lebih beragam dan kapasitas pemberian kredit yang lebih besar. Untuk bank daerah yang selama ini bermain di kandang sendiri, itu bisa jadi tiket untuk memainkan peran yang jauh lebih serius.