SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Bone Conduction Earphone di Bawah Rp 300 Ribu: Tuj...

Tekno

Bone Conduction Earphone di Bawah Rp 300 Ribu: Tujuh Pilihan untuk Pelari

Teknologi bone conduction kini bukan lagi milik segmen premium. Tujuh earphone nirkabel ini dibanderol di bawah Rp 300.000 dan siap menemani aktivitas olahraga harian.

7 "Bone Conduction" Earphone Murah di Bawah Rp 300.000-an, Cocok untuk Lari

Dua tahun lalu, earphone bone conduction masih identik dengan harga di atas satu juta rupiah. Kini, teknologi yang sama bisa kamu bawa pulang dengan uang kembalian di bawah tiga ratus ribu.

Cara kerjanya sederhana tapi cerdas: alih-alih menyumpal telinga, perangkat ini mengirimkan getaran langsung ke tulang pipi. Suara mencapai koklea lewat jalur tulang, bukan udara. Hasilnya, lubang telinga tetap terbuka dan kamu masih bisa mendengar klakson motor atau teriakan sesama pelari di sebelah. Untuk olahraga luar ruangan, ini bukan fitur gimmick. Ini soal keselamatan.

Pasar Indonesia kini dibanjiri pilihan di segmen terjangkau. Tujuh produk berikut semuanya dibanderol di bawah Rp 300.000 dan tersedia di marketplace lokal.

Supernova B08 masuk sebagai yang paling murah di daftar ini, sekitar Rp 169.000. Jangan remehkan dulu: perangkat ini dibekali driver stereo 10 mm, Bluetooth 5.4, dan baterai 180 mAh yang diklaim tahan delapan jam. Kontrol tombol fisik tersedia untuk mengatur volume, ganti lagu, dan angkat telepon tanpa harus sentuh layar ponsel.

Selisih tipis, KiiP Wireless DTS10 dibanderol Rp 185.000 dengan bobot 25 gram dan Bluetooth 5.3. Produk ini mengklaim punya mode HiFi dengan latensi rendah, cocok buat yang sesekali pakai untuk gaming atau nonton video. Ketahanan baterainya diklaim tujuh jam, bukan delapan. Sertifikasi IP56 membuatnya cukup tangguh dari debu dan cipratan air.

Bridio X13 di angka Rp 189.000 menawarkan jangkauan koneksi hingga 10 meter dan ketahanan baterai 10 jam. Desainnya diklaim ergonomis dan tidak mudah copot saat berlari, plus fitur panggilan HD anti-noise yang agaknya berguna kalau kamu sering terima telepon di sela-sela jogging.

Philips TAA1708, seharga Rp 201.000, mungkin yang paling menarik secara teknologi di kelas ini. Philips menyematkan fitur Adaptive Equal Loudness Compensation (AELC) yang menjaga keseimbangan bass dan treble meski kamu naik-turunkan volume. Ada juga mikrofon berbasis AI untuk peredam noise saat menelepon. Sertifikasinya IPX4, tapi untuk keringat olahraga sehari-hari, itu sudah cukup.

Olike EBC01 masuk di Rp 205.000 dengan sertifikasi IPX56, Bluetooth 5.4, dan klaim daya tahan 12 jam, tertinggi di daftar ini. Fitur 360 Surround Audio yang diusungnya memberi pengalaman audio lebih imersif saat mendengarkan podcast atau musik berirama keras. Bobotnya 25 gram, ringan di telinga, berat di spesifikasi.

Rp 237.000 untuk Lenovo Thinkplus S102, dan yang kamu dapat adalah Bluetooth 6.0, standar konektivitas yang bahkan belum banyak diadopsi produk kelas menengah atas. Baterai 180 mAh dengan estimasi 8 sampai 10 jam, port USB-C, serta mode game dan musik menjadi nilai lebih. Sertifikasi IPX6 membuatnya lebih tahan air dibanding sebagian pesaing di segmen ini.

Loops Bone Conduction Line X30 menutup daftar di Rp 259.000, harga paling tinggi tapi masih di bawah batas tiga ratus ribu. Klaim ketahanan baterai mencapai 10 jam. Desainnya ditujukan untuk pengguna aktif yang mau pakai lama tanpa repot, dilengkapi mikrofon internal untuk keperluan hands-free.

Satu catatan penting sebelum kamu checkout: angka-angka spesifikasi di atas sebagian besar masih klaim pabrikan. Ketahanan baterai di dunia nyata biasanya sedikit lebih pendek, terutama kalau kamu pakai volume tinggi terus-menerus. Soal kualitas suara, bone conduction secara inheren memang tidak setara earphone konvensional untuk reproduksi bass. Kalau prioritasmu adalah fidelitas audio, kamu perlu reconsider.

Tapi kalau yang kamu cari cuma earphone buat lari pagi tanpa was-was tidak dengar suara sekitar? Pilihan di bawah tiga ratus ribu ini cukup untuk urusan itu.