RABU, 7 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  BNI Buka 10 Cabang di 8 Negara, Jembatan Baru bagi...

Finansial

BNI Buka 10 Cabang di 8 Negara, Jembatan Baru bagi UMKM yang Ingin Tembus Pasar Global

BNI memperluas jaringan internasional dengan 10 cabang baru di delapan negara sambil meluncurkan serangkaian layanan untuk mendorong UMKM Indonesia bersaing di pasar global, dari trade finance hingga aplikasi multi-currency BNI Wonder.

BNI Genjot UMKM Go Global, dari Business Matching hingga Trade Finance

Sepuluh cabang baru di delapan negara bukan angka yang lahir dari ambisi sembarangan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan ekspansi ini di Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung 22-23 Mei, sebuah forum kolaborasi antara LPS dan CNBC Indonesia yang menghadirkan para pimpinan bank nasional dalam satu panggung.

Di balik angka ekspansi itu, ada satu masalah lama yang coba dipecahkan: UMKM Indonesia punya produk bagus, tapi tidak tahu caranya masuk ke luar negeri. Abu Santosa Sudradjat, Direktur Treasury & International Banking BNI, menyebut hambatan utama bukan soal kualitas, melainkan soal akses. "Banyak sekali usaha-usaha dari UMKM yang ingin pada dasarnya mempunyai produk yang unggul, produk yang kompetitif, tapi mau masuk ke kancah internasionalnya susah," ungkapnya di sela forum tersebut.

Jaringan cabang luar negeri itu pun dirancang bukan sekadar untuk melayani transaksi korporasi. BNI memposisikan kantor-kantor globalnya sebagai gerbang bagi pelaku usaha domestik, menyediakan layanan trade finance, business matching, hingga informasi pasar yang selama ini sulit dijangkau UMKM secara mandiri. Titik pijak konkret, bukan sekadar janji di atas kertas.

Untuk penguatan kapasitas, BNI mengandalkan program BNI Xpora, yang dirancang khusus mendorong UMKM naik kelas ke level ekspor. Digitalisasi bisnis jadi tulang punggung program ini. Logikanya sederhana: kalau pengelolaan keuangan masih manual, transaksi lintas negara bakal jadi mimpi buruk. "Kami memperkuat digitalisasi supaya memudahkan mereka dalam hal memanajemen keuangannya, dan mereka mampu go global," jelas Abu.

Di sisi infrastruktur digital, BNI melengkapi ekosistemnya dengan BNI Direct untuk kebutuhan transaksi bisnis dan BNI Wonder untuk nasabah individu. Fitur andalan BNI Wonder adalah multi-currency yang aktif di 13 negara dengan 13 mata uang berbeda. Cukup relevan buat eksportir kecil yang selama ini pusing soal konversi dan biaya transaksi valas.

Jogja Financial Festival agaknya memang sengaja dirancang sebagai panggung strategi bank-bank BUMN secara bersamaan. Dirut BRI Hery Gunardi memamerkan BRImo yang kini memproses transaksi harian hingga Rp32 triliun. Dirut BTN Nixon LP Napitupulu bicara soal KPR Subsidi untuk segmen unbanked. Dirut BSI Anggoro Eko Cahyo menyoroti peran bank syariah dalam ekosistem UMKM yang inklusif. Satu panggung, empat narasi yang saling melengkapi, entah kebetulan atau tidak.

Buat investor yang pegang BBNI, ekspansi cabang luar negeri ini sinyal bahwa manajemen sedang serius membangun fee-based income dari layanan internasional, bukan cuma mengandalkan net interest margin dari kredit domestik. Pertanyaannya tinggal satu: seberapa cepat UMKM binaannya bisa menghasilkan volume transaksi yang berarti dari jaringan global yang baru dibangun ini?