SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  blu by BCA Digital Incar Gen Z Lewat Fitur Tabunga...

Finansial

blu by BCA Digital Incar Gen Z Lewat Fitur Tabungan Modular

Dari kartu debit hitam yang estetik sampai ekosistem tabungan virtual berlapis, blu by BCA Digital punya formula tersendiri untuk masuk ke kantong, dan kebiasaan finansial, generasi muda.

BCA - myBCA App Becomes Gen Z's \

Tara Aulia tidak pernah menyangka keputusan finansial serius bisa dimulai dari sesuatu yang sepele. Kartu debit berwarna hitam, estetik, kata temannya saat SMA. Begitulah mahasiswa Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga semester 7 ini pertama mengenal blu by BCA Digital. Setahun lebih kemudian, dia mengaku aplikasi itu yang membuatnya pertama kali benar-benar paham ke mana uang sakunya pergi setiap bulan.

Cerita Tara bukan anomali. Anak kos di kota besar punya tantangan tersendiri dalam mengelola keuangan, dan PT Bank Digital BCA lewat blu kelihatannya tahu persis celah itu. Aplikasi ini memang tidak dirancang sekadar sebagai rekening tampungan. Lebih dari itu, blu berfungsi sebagai semacam dashboard keuangan personal yang memperlihatkan pemasukan dan pengeluaran secara real-time, termasuk rekapan mingguan dan bulanan, tanpa perlu repot membuka mutasi rekening satu per satu.

Yang membuat pengguna seperti Tara betah adalah fitur peringatan. Kalau pengeluaran melampaui pemasukan, aplikasi otomatis menampilkan tanda merah sebagai sinyal bahwa cash flow sedang tidak sehat. Kecil, tapi efeknya bisa cukup untuk mengerem generasi yang kerap impulsif berbelanja.

Di balik antarmuka yang ramah itu, blu menyiapkan ekosistem fitur berlapis. BLUSaving memungkinkan pengguna memisahkan uang ke dalam beberapa kantong virtual sesuai tujuan, bisa untuk dana darurat, liburan, atau gadget incaran. BLUSpending berfungsi sebagai filter agar dana kebutuhan pokok tidak terkontaminasi budget hiburan yang terlalu longgar. Untuk tabungan bareng, BLUGether hadir sebagai solusi kolaboratif. Fitur inilah yang sudah dipakai Tara bersama teman dekatnya untuk keperluan bersama.

Bagi yang sudah kepikiran soal nilai tukar, ada BLUValas untuk menabung dalam mata uang asing secara bertahap, demi menghindari lonjakan kurs yang mendadak. BLUDeposit dan BLUInvest menyasar segmen yang mulai serius mengembangkan aset, dengan profil risiko sebagai pembeda. Ekosistem yang tidak main-main, terutama kalau target penggunanya memang Gen Z yang baru mulai melek investasi.

Timing ekspansi blu agaknya disengaja. Pertengahan tahun identik dengan lonjakan pengeluaran hiburan: film blockbuster datang hampir berbarengan di bioskop, godaan untuk keluar uang meningkat tajam. Blu merespons dengan mengumumkan kolaborasi strategis bersama jaringan bioskop CGV, mengandalkan fitur biUnion sebagai pintu masuk. Bak gayung bersambut dengan perilaku konsumsi Gen Z yang tidak mau pilih antara having fun dan financial health.

Pertanyaannya sekarang, seberapa dalam penetrasi blu di luar kota besar? Model officeless yang mereka usung, buka rekening online dan kartu debit dikirim langsung ke alamat, memang memperluas jangkauan ke sub-urban. Tapi kompetisi di segmen digital banking makin ramai, dan loyalitas Gen Z terhadap satu aplikasi finansial belum tentu sekuat loyalitas mereka terhadap satu platform streaming. Klaim yang masih perlu dibuktikan oleh angka pengguna aktif berikutnya.