JUMAT, 9 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Black Flag Resynced Debut dengan Ulasan Mixed di S...

Tekno

Black Flag Resynced Debut dengan Ulasan Mixed di Steam, Mikrotransaksi Jadi Sasaran Kritik

Assassin's Creed Black Flag Resynced akhirnya meluncur secara global, tapi peluncuran remake Ubisoft ini langsung disambut review 'Mixed' di Steam karena barisan mikrotransaksi yang membuat banyak pemain geleng-geleng kepala.

AC Black Flag Resynced Preload Guide: File Sizes for All Platforms | GAMES.GG

Ulasan Mixed di Steam bukan awal yang ideal untuk remake yang sudah ditunggu lebih dari satu dekade. Itulah kenyataan yang kini dihadapi Ubisoft setelah Assassin's Creed Black Flag Resynced resmi mendarat pada 9 Juli 2026, membawa Edward Kenway kembali berlayar di perairan Karibia abad ke-18 dengan visual dan mesin gim yang sepenuhnya dibangun ulang.

Dari sisi teknis, pencapaiannya tidak main-main. Proyek ini dipimpin Ubisoft Singapore bersama 14 studio lain, dan hampir seluruh elemen dikerjakan dari nol. Mesin Anvil generasi terbaru menghadirkan sistem cuaca dinamis, efek ombak yang terasa hidup, serta audio tiga dimensi yang lebih imersif. Direktur konten Terry Han menjelaskan betapa masifnya pekerjaan itu: "Hampir seluruh elemen harus kami bangun kembali dari awal karena mesin gim Anvil telah berkembang sangat jauh dibandingkan saat gim asli dibuat. Semua misi harus dibuat kembali dari awal, begitu juga berbagai aset properti, yang sebagian besar kini dapat dihancurkan dan memiliki kualitas visual yang jauh lebih baik."

Mekanisme permainan pun dimodernisasi. Fitur jongkok dan bersembunyi yang absen di versi 2013 kini hadir, sistem pertarungan diperbarui, dan elemen cerita baru disisipkan. Gim dijual seharga US$59,99, menjadikannya remake pertama dalam sejarah waralaba Assassin's Creed yang dipimpin studio Asia.

Tapi pasar merespons dingin. Bukan karena kualitas gameplaynya. Yang jadi soal adalah apa yang menghiasi toko dalam gim. Total DLC tambahan di luar harga dasar mencapai sekitar £76,21, angka yang membuat banyak pemain mempertanyakan nalar Ubisoft. Versi Deluxe memang menyertakan beberapa konten tambahan, tapi hanya mencakup Karakter Master Assassin dan Paket Angkatan Laut. Tujuh mikrotransaksi lainnya tetap menunggu di balik paywall.

Beberapa di antaranya bukan sekadar kosmetik. Ada konten yang memberikan keuntungan gameplay, meski ini gim single-player sehingga dampaknya bisa dibilang minimal. Yang lebih mengusik agaknya bukan soal keunggulan kompetitif, melainkan prinsipnya. Remake dari gim berusia 13 tahun, dibanderol hampir sejuta rupiah, lalu datang dengan skema monetisasi seperti ini?

Ironi itu tidak luput dari perhatian komunitas. Beberapa pemain bahkan secara terbuka menyatakan akan mencari jalur bajak laut digital, sebuah ancaman yang, entah kebetulan atau tidak, cukup sesuai dengan tema gim itu sendiri. Rating yang sempat condong ke Mostly Negative sesaat setelah peluncuran kini sudah bergerak ke Mixed, tapi sentimen dasarnya masih sama: pemain tidak senang.

Di balik kontroversi itu, ada yang layak diakui. Ubisoft Singapore, yang lebih dari 85 persen karyawannya warga negara atau penduduk tetap Singapura, menjadikan proyek ini bukti kapabilitas studio Asia dalam memimpin franchise global. Produser utama Justin Ng menyebut Black Flag punya "tempat yang sangat istimewa" di hati pemain sekaligus dalam sejarah studio mereka.

Bagi pemain yang sudah telanjur beli dan ingin memaksimalkan pengalaman tanpa menyentuh toko berbayar, gim ini menyimpan 22 Treasure Map standar yang tersebar di seluruh peta Karibia, ditambah lima peta tambahan yang hanya bisa dibuka lewat mekanisme Treasure Dealer di Great Inagua. Cukup untuk menyibukkan pemain berjam-jam tanpa mengeluarkan sepeser pun lebih.

Peluncuran ini juga diwarnai kabar tidak sedap dari sisi lain. Sesaat setelah gim dirilis, Ubisoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 50 pengembang di studio Barcelona yang turut mengerjakan proyek ini. Kontradiksi yang sulit diabaikan.

Black Flag Resynced adalah remake yang secara teknis ambisius dan secara komersial ceroboh. Gameplaynya tampaknya memuaskan, kalau data ulasan awal bisa dipercaya. Tapi Ubisoft seperti lupa bahwa kepercayaan pemain, sekali tergerus, tidak bisa di-remaster semudah memperbarui tekstur dan mesin grafis.