RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bitcoin Tembus US$ 78.000, Analis Ingatkan Jangan...

Finansial

Bitcoin Tembus US$ 78.000, Analis Ingatkan Jangan FOMO

Pasar kripto kompak menguat pada Rabu (22/4), dipimpin Bitcoin yang melesat ke US$ 78.239. Di balik euforia ini, pelaku pasar justru diingatkan untuk tidak gegabah.

Bitcoin sudah jauh meninggalkan level US$ 75.000 yang sempat jadi medan pertarungan pekan lalu.

Per Rabu malam (22/4/2026), harga Bitcoin (BTC) tercatat di US$ 78.239, naik 2,95% dalam 24 jam terakhir. Ethereum (ETH) bahkan lebih garang, menguat 4,18% ke US$ 2.399. Solana (SOL) ikut terkerek 3,22% ke US$ 88,40. Mayoritas kripto papan atas bergerak searah, menandakan sentimen yang kembali risk-on setelah beberapa pekan dihantam tekanan jual.

Kapitalisasi pasar kripto juga tetap solid. Dominasi masih di tangan pemain besar bervaluasi ratusan miliar hingga triliunan dolar AS. Bukan angka kecil.

Tapi justru di sinilah peringatannya datang.

Antony Kusuma, Vice President Indodax, menegaskan bahwa kondisi pasar yang sedang naik bukan lampu hijau untuk masuk serampangan. Investor, tegasnya, perlu menghindari keputusan berbasis FOMO dan mendahulukan perencanaan matang sebelum eksekusi. Bagi yang sudah cuan, agaknya ini saat yang tepat memikirkan profit taking, bukan justru menambah posisi karena takut ketinggalan kereta.

FOMO, bagi siapa pun yang pernah nyangkut di puncak siklus sebelumnya, bukan sekadar istilah. Itu resep kerugian.

Kondisi global juga masih jadi variabel yang tidak bisa diabaikan. Pergerakan harga yang "menguat terbatas" di sesi pagi, seperti dicatat Liputan6, mencerminkan pasar belum sepenuhnya euforia. Kehati-hatian masih terpelihara. Beberapa altcoin bahkan masih tertekan, tanda bahwa investor makin selektif memilah mana yang layak dipegang.

Bertahannya Bitcoin di atas US$ 75.000 beberapa hari terakhir, kini dilanjutkan reli ke kisaran US$ 78.000-an, memberi sinyal level tersebut bisa jadi support baru yang lebih kokoh. Pertanyaannya, cukupkah momentum ini untuk mendorong ke all-time high berikutnya? Pasar yang akan menjawab.