RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bitcoin Sentuh 82.000 Dolar, Debasement Trade Hidu...

Finansial

Bitcoin Sentuh 82.000 Dolar, Debasement Trade Hidup Lagi

Harga Bitcoin menyentuh level tertinggi sejak Mei 2026 pekan ini, didorong melemahnya dolar AS dan strategi debasement trade yang kembali diminati investor global.

Bitcoin Sempat Tembus 82.000 Dollar AS Pekan Ini, Tertinggi Sejak Mei 2026

Harga Bitcoin sempat melonjak ke 82.272,31 dolar AS pada perdagangan Jumat pekan ini, level tertinggi sejak 11 Mei lalu ketika kripto terbesar di dunia itu pernah menyentuh 82.499,99 dolar AS sebelum tertekan selama berbulan-bulan.

Sepanjang pekan ini saja, Bitcoin sudah menguat 4,6 persen. Tidak buruk untuk aset yang selama sebagian besar pertengahan tahun ini nyaris tidak bergerak keluar dari kisaran 60.000 hingga 70.000 dolar AS.

Babak balik ini agaknya bukan sekadar momentum teknikal. Dominika Nestarcova, Executive Director Digital Assets Goldman Sachs, menunjuk satu faktor kunci: kembalinya debasement trade, yakni strategi di mana investor secara sadar memangkas eksposur mereka terhadap dolar AS dan beralih ke aset lindung nilai seperti kripto dan emas. "Terobosan harga terjadi menjelang akhir Agustus dengan kembali munculnya debasement trade yang menghidupkan kembali minat investor terhadap BTC," kata Nestarcova dalam analisisnya Kamis. Ia menambahkan, "Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan pembelian obligasi Treasury bertenor panjang, imbal hasil obligasi jangka panjang turun, dollar AS melemah, sementara BTC dan emas bergerak naik."

Katalis mulai terasa sejak akhir Agustus. Bitcoin yang sebelumnya terjepit di bawah 70.000 dolar AS berhasil menembus level psikologis itu, dan momentum beli langsung mengalir. Bukan kenaikan yang jatuh dari langit, ini respons pasar terhadap kombinasi kebijakan fiskal AS yang longgar dan melemahnya kepercayaan pada aset berbasis dolar.

Altcoin pun ikut kecipratan. Ether menyentuh 2.545,62 dolar AS, tertinggi sejak 27 Agustus. Solana tidak kalah agresif, melesat ke sekitar 105,70 dolar AS, level terkuat sejak 31 Agustus.

Draft awal menyinggung dinamika regulasi Thailand dan OJK sebagai konteks. Dihapus: tidak ada padanan informasi ini di sumber asli, sehingga tidak bisa diverifikasi.

Bagi investor ritel yang sempat nyangkut di harga atas tahun lalu, rally pekan ini terasa seperti angin segar. Tapi pertanyaannya tetap: apakah ini breakout yang berkelanjutan, atau sekadar technical bounce sementara ketidakpastian makro belum benar-benar reda? Kalau data minggu depan bisa dipercaya, jawabannya baru akan jelas.