MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bitcoin Parkir di US$ 77.000, Jalan ke US$ 80.000...

Finansial

Bitcoin Parkir di US$ 77.000, Jalan ke US$ 80.000 Masih Penuh Ganjalan

Harga Bitcoin kembali menguat melewati US$ 77.000, namun tekanan jual dari bursa kripto dan keluarnya dana institusional dari ETF spot masih membayangi reli ini.

Harga Bitcoin (BTC) Lanjut Menguat, Siap Ngebut ke US$ 80.000? - Halaman all

Bitcoin bertahan di US$ 77.257 pada Selasa pagi, naik tipis 0,25%. Pasar sudah mulai membidik US$ 80.000. Tapi sebelum terlalu girang, ada beberapa hal yang perlu dilihat lebih dekat.

Sekitar 34.000 BTC keluar dari tangan holder dalam sepekan terakhir melalui dua jalur: aliran masuk ke bursa kripto dan arus keluar dari ETF Bitcoin spot. Data Axel Adler Jr., peneliti Bitcoin yang dikenal kerap menyajikan data on-chain mentah, menunjukkan netflow mingguan bursa kripto naik sekitar 18.000 BTC, lebih banyak koin yang masuk ke exchange dibanding yang keluar. Sinyal klasik bahwa sebagian holder mulai ancang-ancang jual. ETF Bitcoin spot pun mencatat arus keluar sekitar 16.000 BTC pada periode yang sama.

Total arus keluar institusional dari ETF kripto AS menyentuh US$ 1,36 miliar dalam periode terkini. Angka yang tidak main-main. "Netflow bursa perlu kembali netral atau negatif agar kenaikan harga Bitcoin mendapatkan momentum yang lebih kuat," kata Adler. Implikasinya sederhana: selama lebih banyak BTC masuk ke bursa ketimbang keluar, potensi tekanan jual masih membayangi.

Volume perdagangan ETF Bitcoin harian sudah amblas ke bawah US$ 20 miliar, jauh dari puncaknya di atas US$ 50 miliar pada akhir 2025. Analis Glassnode cryptovizart mencatat tren ini sebagai indikasi melemahnya minat spekulatif investor, baik ritel maupun institusional, melalui jalur keuangan konvensional. Bisa jadi ini sekadar masa konsolidasi. Bisa jadi juga tanda bahwa euforia gelombang pertama sudah surut.

Lantas kenapa harga masih naik? Jawabannya ada di data derivatif. Pemulihan kali ini agaknya lebih banyak didorong aksi tutup posisi short dibanding permintaan beli segar. Open interest Bitcoin turun dari 268.000 BTC menjadi 250.000 BTC sebelum sedikit naik ke 254.000 BTC, pola yang mengindikasikan trader bearish menyerah, bukan buyer baru yang masuk. Funding rate agregat pun melandai ke 0,0026 dari hampir 0,008 sebelumnya, yang setidaknya mengurangi risiko long squeeze dalam jangka dekat.

Sentimen ikut terkerek harapan kesepakatan damai AS-Iran yang meredam kekhawatiran geopolitik. Kapitalisasi pasar kripto global naik 0,48% ke US$ 2,58 triliun. Ethereum menguat 0,38% ke US$ 2.110, BNB melesat 0,85% ke US$ 661. Solana justru terkoreksi 0,4% ke US$ 84, XRP melemah 0,15% ke US$ 1,34.

Momentum penurunan harga Bitcoin melemah 21,7% berdasarkan data Glassnode, sementara spot cumulative volume delta naik 77,2% dan futures CVD naik 35,5%. Tekanan jual mereda, posisi pasar lebih seimbang. Pertanyaannya, apakah itu cukup untuk menembus US$ 80.000?

Cathie Wood dari Ark Invest bermain di timeframe yang jauh berbeda. Proyeksinya menempatkan Bitcoin di kisaran US$ 710.000 hingga US$ 762.000 dalam skenario dasar pada 2030, bahkan US$ 1,5 juta dalam skenario paling optimis, kalau kapitalisasi pasar Bitcoin memang bisa mencapai US$ 16 triliun seperti yang diasumsikan. Target US$ 80.000 tiba-tiba terasa seperti halte bus, bukan tujuan akhir, kalau tesis itu terbukti.

Untuk saat ini, pertanyaan yang lebih relevan buat investor: apakah permintaan spot akan ikut naik seiring open interest, atau penguatan ini hanya didorong short covering yang sifatnya temporer? Jawaban atas pertanyaan itu yang akan menentukan apakah US$ 80.000 dicapai minggu ini atau harus menunggu lebih lama.