KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  BEI Resmi Jalankan Liquidity Provider Saham, Phint...

Finansial

BEI Resmi Jalankan Liquidity Provider Saham, Phintraco Jadi Pelopor

Phintraco Sekuritas menjadi sekuritas pertama yang melakukan kuotasi perdana dalam program Liquidity Provider saham BEI, mencakup lima emiten mulai dari GGRM hingga WINS.

Phintraco Sekuritas membuka babak baru di pasar modal Indonesia pada Senin (20/4). Perusahaan sekuritas itu menjadi yang pertama melakukan kuotasi perdana dalam program Liquidity Provider (LP) saham yang resmi diluncurkan Bursa Efek Indonesia.

Lima saham masuk dalam daftar perdana: PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

LP, secara sederhana, adalah anggota bursa yang bertugas menyediakan kuotasi beli dan jual secara berkelanjutan pada saham-saham tertentu. Tujuannya satu: memastikan selalu ada harga di dua sisi order book supaya investor tidak kesulitan masuk atau keluar dari posisi.

Bukan tanpa alasan kelima saham itu yang dipilih lebih dulu. GGRM, TKIM, TPMA, TUGU, dan WINS selama ini termasuk emiten dengan likuiditas yang belum optimal jika dibandingkan potensi fundamentalnya. Bid-ask spread lebar. Itu keluhan yang kerap muncul dari investor, terutama ritel, saat hendak bertransaksi.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyebut kehadiran LP saham penting untuk menyempitkan bid-ask spread sekaligus mendorong kedalaman pasar. "BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas dalam mendukung program Liquidity Provider saham," ujar Irvan dalam keterangan resmi.

Kedalaman pasar, itu kuncinya. Salah satu kritik lama terhadap bursa domestik adalah thin market pada saham-saham di luar papan atas. Begitu satu order besar masuk, harga bisa langsung terseret jauh karena tidak ada counterpart yang cukup di sisi seberang. LP dirancang persis untuk meredam gejala semacam ini.

BEI juga menyatakan bakal terus mendorong partisipasi anggota bursa lain, termasuk lewat evaluasi berkelanjutan dan skema insentif. Langkah ini krusial. Efektivitas program LP sangat bergantung pada seberapa banyak sekuritas yang bersedia ambil peran, bukan cuma satu dua pemain.

Bagi investor yang nyangkut di kelima saham tersebut, atau yang justru sedang mengintai momen masuk, program ini layak dicermati serius. Likuiditas yang membaik bukan semata soal kemudahan jual-beli, tapi juga sinyal bahwa emiten bersangkutan mulai dapat perhatian lebih dari ekosistem bursa. Pertanyaannya, apakah itu cukup untuk menggerakkan harga? Itu urusan lain.