MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  BEI Kunci 5 Saham Sekaligus, WIKA Kena Gembok Gega...

Bisnis

BEI Kunci 5 Saham Sekaligus, WIKA Kena Gembok Gegara Gagal Bayar

Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan lima saham pada Rabu (19/8/2026), termasuk WIKA yang tersandung gagal bayar obligasi. Di sisi lain, BAJA justru dibebaskan dari suspensi dan kini masuk papan FCA.

Suspensi Dicabut, Saham BAJA Pindah ke Papan FCA (Foto: iNews Media Group)

Lima saham dikunci BEI pada Rabu (19/8/2026), dengan alasan yang beragam: dari lonjakan harga kumulatif yang mencurigakan hingga gagal bayar obligasi.

Empat saham disuspensi karena lonjakan harga, yakni PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR). Penghentian berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sejak Sesi Pra-Pembukaan hari ini sampai ada pengumuman lebih lanjut dari Bursa.

Satu nama agaknya paling berat bebannya. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) disuspensi bukan karena lonjakan harga, melainkan karena menunda pembayaran bunga Obligasi dan pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah yang jatuh tempo 18 Agustus 2026. Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan menegaskan, "Penghentian saham ini dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi Pra-Pembukaan tanggal 19 Agustus 2026 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut sebagai bentuk perlindungan bagi Investor."

Gagal bayar bagi emiten sekelas WIKA bukan sekadar masalah teknis. Tekanan likuiditas di tubuh perseroan belum reda, dan pertanyaan soal restrukturisasi utang kembali mengemuka. Entah kebetulan atau tidak, pola ini terasa familiar buat investor yang mengikuti drama BUMN konstruksi beberapa tahun belakangan.

Kabar yang sedikit lebih segar datang dari BAJA. PT Saranacentral Bajatama Tbk justru dilepas dari suspensi hari ini, setelah dikunci Bursa lebih dari satu pekan sejak 7 Agustus 2026. Saham ini sebelumnya meledak, mencatatkan auto reject atas (ARA) pada 27 Juli 2026 dengan kenaikan 34,55 persen dalam sehari, lalu terus melonjak 7,10 hingga 24,59 persen pada sesi-sesi berikutnya. Harga terakhir sebelum dikunci tercatat Rp362 pada 6 Agustus. Dalam tiga bulan, BAJA melesat hampir 143 persen. Bukan angka yang wajar.

Mulai hari ini BAJA kembali bisa diperdagangkan, tapi dengan mekanisme full call auction (FCA) dan ditempatkan di papan pemantauan khusus. Bursa masih menaruh perhatian ekstra. Investor yang ingin masuk perlu paham bahwa likuiditas di mekanisme FCA jauh lebih terbatas dibanding perdagangan reguler biasa.

Dalam satu hari, BEI mempertegas dua pesan sekaligus: perlindungan investor tetap jadi prioritas, dan saham dengan pergerakan ekstrem tidak akan dibiarkan melenggang bebas tanpa pengawasan.