SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Perbankan  ›  Bank Mega Syariah Ketuk Pintu Pemko Medan, CSR Jad...

Perbankan

Bank Mega Syariah Ketuk Pintu Pemko Medan, CSR Jadi Kartu Truf

Wali Kota Medan Rico Waas menyambut audiensi Bank Mega Syariah, namun menegaskan Pemko Medan akan mempelajari dulu seluk-beluk tawaran sebelum berjabat tangan.

Bank Mega Syariah melirik Pemko Medan sebagai mitra pengelolaan keuangan daerah. Rabu (11/6/2025), jajaran bank tersebut hadir di Rumah Dinas Wali Kota Medan untuk menjajaki kemungkinan kerjasama, mulai dari produk simpanan hingga layanan transaksi pemerintah daerah.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi itu dengan tangan terbuka. "Kami menyambut baik kehadiran Bank Mega Syariah yang ingin menjalin kerjasama, sebab kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan pihak perbankan harus terus dijaga dengan baik," kata Rico Waas di hadapan sejumlah pimpinan perangkat daerah yang turut mendampingi.

Tapi jangan salah baca sinyal. Sambutan hangat bukan berarti tanda tangan langsung.

Rico Waas mengakui Pemko Medan sudah cukup ramai dihampiri tawaran kerjasama dari institusi perbankan lain. Karena itu, pihaknya akan mencermati plus minus dari produk yang diajukan sebelum memutuskan apapun. "Kami akan pelajari terlebih dahulu, apalagi point plus yang diberikan berupa Corporate Social Responsibility (CSR)," ujarnya.

CSR, rupanya, jadi kartu yang sengaja dimainkan. Branch Manager Bank Mega Syariah Cabang Medan, Ari Fahron Siregar, menjelaskan bahwa kunjungan ini memang bertujuan mensosialisasikan produk dan layanan pengelolaan keuangan daerah. Banyak keuntungan yang diklaim bisa diraih Pemko Medan, dan program CSR disebut sebagai salah satu daya tarik utama yang disiapkan.

Bukan angka kecil yang sedang dibicarakan di sini. Kas daerah sebuah kota sebesar Medan bisa jadi sumber likuiditas yang lumayan gemuk bagi bank mana pun yang berhasil masuk. Pertanyaannya sederhana: apakah tawaran Bank Mega Syariah cukup kompetitif untuk menggeser, atau setidaknya bersanding dengan, bank-bank yang sudah lebih dulu bercokol di sana?