SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bank Jago dan BFI Finance Kompak Bungkam soal Isu...

Finansial

Bank Jago dan BFI Finance Kompak Bungkam soal Isu Merger

Keduanya mengaku tidak memiliki informasi soal rencana merger, tapi pasar sudah telanjur ramai setelah Bloomberg melaporkan Goldman Sachs masuk sebagai penasihat.

Bank Jago Buka Suara Terkait Isu Merger dengan BFI Finance

Dua hari berturut-turut, dua emiten berbeda merilis keterbukaan informasi ke BEI dengan isi yang nyaris identik: tidak tahu apa-apa. PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) sama-sama angkat tangan soal kabar merger yang sudah ramai diperbincangkan pelaku pasar sejak pekan lalu.

ARTO lebih dulu buka suara pada Senin (13/7). Direktur Kepatuhan sekaligus Sekretaris Perusahaan Bank Jago, Tjit Siat Fun, menegaskan bahwa perseroan tidak punya informasi yang bisa diungkapkan, baik soal rencana merger dengan BFIN maupun soal pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu. "Sebagaimana dirujuk dalam surat BEI, perusahaan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai adanya rencana merger antara PT Bank Jago Tbk. dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk., maupun mengenai pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu," kata Tjit dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia.

Sehari berselang, giliran Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono. "BFI Finance belum memiliki informasi terkait isu penggabungan usaha sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan tersebut dan tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham," ujarnya dalam keterbukaan informasi Selasa (14/7/2026).

Keduanya juga kompak melempar bola ke pemegang saham. Baik ARTO maupun BFIN menyebut bahwa keputusan dan aktivitas pemegang saham bukan ranah mereka untuk dikomentari. Jawaban yang, agaknya, sengaja dirancang agar tidak menyangkal sepenuhnya.

Bumbu ceritanya memang bukan main. Bloomberg pada 9 Juli melaporkan bahwa taipan perbankan Jerry Ng, tokoh di balik transformasi Bank Jago, tengah mengkaji sejumlah opsi strategis atas investasinya di dua entitas ini, dengan Goldman Sachs disebut sebagai penasihat keuangan yang terlibat. Salah satu skenario yang beredar: penggabungan BFIN dan ARTO menjadi satu entitas dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp25 triliun. Angka yang tidak kecil.

Selain merger, sejumlah bank asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia juga dikabarkan melirik keduanya. Sudah serius atau masih di tahap penjajakan? Kedua manajemen memilih tutup mulut.

BFIN sendiri memastikan tidak ada kejadian material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha atau pergerakan harga sahamnya. Klaim yang patut dicermati, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya, mengingat nama Goldman Sachs tidak biasanya muncul gratis dalam sebuah narasi korporasi.

Bagi investor ritel yang pegang salah satu dari dua saham ini, respons normatif dari manajemen kemungkinan besar tidak akan cukup meredakan spekulasi. Pasar sudah terlanjur punya bahan bakar.