Dua varian, dua kelas prosesor, satu target pasar. ASUS resmi memboyong ExpertBook PM5 G2 ke Indonesia dengan banderol mulai Rp19.799.000 untuk varian PM5406CKA dan Rp21.599.000 untuk PM5406CGA, menjadikannya salah satu laptop bisnis berbasis AI yang paling kompetitif di segmennya saat ini.
Jantung dari lini ini adalah prosesor AMD Ryzen AI. Varian PM5406CGA mengandalkan AMD Ryzen AI 9 HX 470 atau Ryzen AI 7 445 dengan NPU berkekuatan 55 TOPS, sedangkan PM5406CKA menggunakan Ryzen AI 5 330 yang dibekali NPU 50 TOPS. Selisih angka TOPS itu agaknya tidak terlalu kentara untuk pekerjaan sehari-hari, tapi buat perusahaan yang sudah mulai menjalankan workload AI secara lokal di perangkat, perbedaan itu bisa terasa.
Di sektor grafis, keduanya memakai iGPU berbasis arsitektur RDNA 3.5. PM5406CGA mendapat AMD Radeon 890M atau 840M, sementara PM5406CKA hadir dengan Radeon 820M. Bukan GPU untuk render berat, tentu. Tapi cukup menangani presentasi, video conference, hingga pengolahan multimedia harian tanpa hambatan berarti.
Satu hal yang membedakan ExpertBook PM5 G2 dari banyak pesaingnya di kelas yang sama: fleksibilitas upgrade. Dua slot SO-DIMM DDR5 mendukung RAM hingga 64GB pada kecepatan 5.600 MT/s. Di sisi penyimpanan, kombinasi dua slot M.2 PCIe 4.0 memungkinkan total kapasitas hingga 3TB, yakni slot M.2 2280 untuk SSD hingga 2TB dan slot M.2 2230 hingga 1TB. Banyak laptop bisnis di kisaran harga ini cuma menawarkan satu slot upgrade. Konfigurasi dual-dual ini, kalau data ini bisa dipercaya, memang patut dicermati.
Layarnya pun berbeda antar varian. PM5406CGA mengusung panel OLED 14 inci WUXGA (1920x1200) dengan cakupan 100 persen DCI-P3 dan kecerahan 300 nits, cocok untuk desainer atau pengguna yang butuh akurasi warna. PM5406CKA memilih jalur berbeda: IPS WQXGA 2,5K (2560x1600) di 400 nits plus refresh rate 144Hz. Keduanya berasio 16:10, memberikan ruang kerja vertikal lebih lega dibanding layar 16:9 konvensional.
Fitur AI yang disematkan ASUS terbilang komprehensif. Platform ASUS MyExpert membantu pengguna menyusun email, membuat ringkasan rapat, hingga mengelola dokumen. Dukungan Windows Copilot+ PC membuka pintu untuk pencarian dokumen cepat dan terjemahan bahasa secara real-time. Kamera di varian PM5406CGA naik kelas ke 5MP plus inframerah, sementara PM5406CKA tetap di Full HD 1080p dengan inframerah untuk Windows Hello.
1,27 kilogram. Segitu bobotnya, plus sertifikasi MIL-STD-810H. Laptop bisnis yang sering dibawa keluar-masuk meeting memang butuh keduanya, bukan salah satu. Baterai 70Wh diklaim tahan hingga 22,5 jam untuk pekerjaan perkantoran, dengan pengisian cepat yang bisa mengisi ulang hingga 65 persen hanya dalam 49 menit. Angka daya tahan segitu tentu perlu diuji di kondisi nyata, tapi setidaknya memberi gambaran bahwa pemakaian seharian penuh bukan masalah.
Sisi keamanan ditangani ASUS ExpertGuardian, mencakup Windows 11 Secured-core PC, TPM 2.0, sensor sidik jari, webcam privacy shield, dan BIOS sesuai standar NIST SP 800-155. Lima tahun dukungan pembaruan keamanan. Buat tim IT perusahaan, komitmen itu bukan detail kecil, karena berarti tidak perlu buru-buru ganti perangkat hanya karena patch keamanan berhenti mengalir.
Konektivitas juga tidak pelit. PM5406CGA membawa USB4 Type-C, USB 3.2 Type-C, dua USB Type-A, HDMI 2.1, LAN RJ45, jack audio 3,5mm, dan Nano Kensington Lock, plus Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Di atas kertas, tidak ada alasan membawa dongle ekstra.
Untuk segmen UKM hingga korporasi yang sedang menimbang upgrade perangkat dengan kemampuan AI on-device, ExpertBook PM5 G2 masuk dengan tawaran yang masuk akal di angka dua puluh jutaan. Pertanyaannya, apakah performa AI on-device-nya sepadan dengan klaimnya di kondisi kerja nyata?