SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  ASUS Bawa RTX Spark ke Indonesia: ProArt P14, P16,...

Tekno

ASUS Bawa RTX Spark ke Indonesia: ProArt P14, P16, dan Mini PC GR1X untuk Kreator Serius

ASUS resmi masuk pasar Indonesia dengan dua laptop ProArt berbasis NVIDIA RTX Spark, mulai Rp79 jutaan, plus mini PC ProArt GR1X yang klaim 100 FPS di 1440p dengan daya cuma 140W.

ProArt P16 (H7607)|Laptop For Creators|ASUS Indonesia

Platform NVIDIA RTX Spark akhirnya mendarat di Indonesia, dan ASUS menjadi yang pertama membawanya dalam dua wujud sekaligus: laptop tipis untuk kreator mobile dan mini PC ringkas yang, entah kebetulan atau tidak, juga diklaim mampu gaming serius.

Di sisi laptop, ASUS meluncurkan ProArt P14 dan ProArt P16 dengan pre-order yang sudah berjalan sejak 8 Oktober hingga 23 Oktober 2026. Harganya tidak main-main: ProArt P14 dibanderol Rp79.999.000, sementara ProArt P16 melompat ke Rp112.999.000. Keduanya ditenagai NVIDIA RTX Spark N1X, superchip yang menyatukan GPU Blackwell RTX dengan 6.144 CUDA core dan CPU NVIDIA Grace 20 core dalam satu platform dengan unified memory.

Perbedaan keduanya bukan cuma soal ukuran layar. ProArt P14 mengusung panel OLED 14 inci resolusi 3K dengan touchscreen Asus Lumina Pro, dirancang untuk fotografer dan videografer yang sering kerja di lapangan. Bodinya ringkas, mudah masuk tas. ProArt P16 menawarkan layar OLED 16 inci resolusi 4K untuk mereka yang butuh ruang kerja lebih lega, misalnya menyusun timeline video panjang atau membandingkan desain secara berdampingan. Keduanya tetap dibuat tipis. ASUS tahu betul target pasarnya tidak suka laptop berat.

Garansinya cukup komprehensif untuk segmen harga ini. Tiga tahun garansi internasional, VIP Perfect Warranty yang mencakup kerusakan akibat kelalaian pengguna, plus layanan Premium Services termasuk antar-jemput unit dengan ongkos ditanggung ASUS, Laptop Spa, dan prioritas antrean perbaikan FastLane. Didukung 141 service center di seluruh Indonesia. Angka yang meyakinkan.

Nah, di situlah cerita bertambah menarik. Rupanya ASUS tidak berhenti di laptop. Dari platform yang sama lahirlah mini PC ProArt GR1X, perangkat dengan superchip serupa: CPU NVIDIA Grace 20 core dan GPU Blackwell berkekuatan 6.144 core, dikemas dalam bodi 150 × 150 × 51 mm. Volume totalnya cuma 1,1 liter, bobotnya 1,48 kg. Masuk tas samping tanpa drama.

Klaim paling mencolok dari GR1X: 100 FPS di resolusi 1440p. Bukan angka kecil untuk sebuah mini PC. Tapi ASUS belum menyebut judul game, pengaturan grafis, atau apakah angka itu dicapai dengan bantuan DLSS dan Multi Frame Generation, teknologi AI dari NVIDIA yang menyisipkan frame tambahan di antara frame hasil rendering asli. Klaim yang patut dicermati lebih lanjut, terutama karena transparansi benchmark sudah jadi standar minimum yang wajar di segmen harga ini.

Konsumsi daya GR1X diklaim maksimal 140W. Terbilang rendah untuk performa yang dijanjikan, kalau data ini bisa dipercaya. Pendinginnya mengandalkan dua kipas dan empat heat pipe tanpa perlu radiator besar, yang ikut berkontribusi pada desainnya yang kompak. Pilihan memori tersedia 64GB atau 128GB LPDDR5X dalam konfigurasi unified yang berbagi antara CPU dan GPU, cocok untuk beban kerja AI dan kreatif.

Dua produk, satu platform, dua segmen yang sama sekali berbeda. Untuk kreator profesional yang butuh workstation portabel dengan ekosistem layanan purna jual yang solid, ProArt P14 dan P16 punya proposisi yang jelas, meski harganya tidak bisa disebut terjangkau oleh siapa saja. GR1X menawarkan sesuatu yang lebih unik: daya komputasi tinggi dalam ukuran yang tidak lazim, plus bonus klaim gaming yang masih menunggu pembuktian di lapangan.