RABU, 7 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Asing Net Sell 336 Juta Lembar, BUMI Jadi Buangan...

Finansial

Asing Net Sell 336 Juta Lembar, BUMI Jadi Buangan Terbesar

Investor asing membalik arah di BEI pada Senin (6/7), dari net buy 312 juta lembar menjadi net sell 336,85 juta lembar. BUMI jadi saham yang paling dilepas asing dengan volume hampir 460 juta lembar dijual.

Direktur baru AMMN Anthony Mathias perdana borong 1,4 juta saham

Sehari setelah membukukan net buy 312,37 juta lembar, investor asing langsung berbalik arah pada Senin (6/7). Posisi net sell 336,85 juta lembar tercetak di Bursa Efek Indonesia, cukup untuk membuat pelaku pasar mengernyitkan dahi, eh, maksudnya, cukup untuk bikin pasar berpikir dua kali, khususnya saat IHSG sedang mencoba mempertahankan momentum relinya.

Volume penjualan asing (foreign sell) naik dari 2,79 miliar lembar menjadi 3,30 miliar lembar. Pembelian (foreign buy) justru surut, dari 3,10 miliar ke 2,97 miliar lembar. Selisih itulah yang menggeser posisi net ke zona merah.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) jadi topik yang tidak bisa diabaikan. Asing membuang hampir 460 juta lembar sahamnya, jauh melampaui pembelian 273,70 juta lembar, sehingga net sell-nya mencapai 185,71 juta lembar. Masif. Bahkan untuk standar saham yang dikenal volatil sekalipun.

Di belakang BUMI, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan net sell 73,86 juta lembar, dari transaksi 92,38 juta lembar yang dibeli dan 166,25 juta lembar yang dijual. PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menyusul dengan net sell 68,23 juta lembar, dicatat dari pembelian 107,99 juta dan penjualan 176,23 juta lembar. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) masuk daftar dengan net sell 54,55 juta lembar, mencolok karena pembelian asingnya tidak sampai 16 juta lembar sementara penjualan menyentuh 70,32 juta. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menutup daftar top sell dengan sekitar 35,39 juta lembar.

Adapun sisi sebaliknya punya cerita berbeda. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memimpin top buy dengan net buy 111,87 juta lembar, setelah asing masuk 262,94 juta dan keluar 151,06 juta lembar. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengantongi aliran net buy 67,61 juta lembar, setelah asing membeli 88,69 juta dan melepas 21,07 juta lembar.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net buy 59,12 juta lembar, angka yang patut dicermati mengingat sektor petrokimia belakangan tidak selalu jadi favorit asing. Perdagangan asingnya tercatat 120,65 juta lembar dibeli dan 61,52 juta lembar dijual. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melengkapi daftar top buy, masing-masing dengan 30,13 juta dan 29,43 juta lembar.

Entah kebetulan atau tidak, net sell ini muncul justru saat IHSG tengah dalam tren penguatan beberapa sesi. Asing memanfaatkan momentum kenaikan indeks untuk merealisasikan keuntungan, pola klasik jelang window dressing yang sudah sering terlihat di pasar domestik. Pertanyaannya, berapa lama reli ini sanggup bertahan kalau tekanan jual asing tidak juga mereda?