Angka net buy 179,16 juta lembar pada Jumat (22/5) itu terlihat positif di permukaan, tapi konteksnya perlu diluruskan. Sehari sebelumnya, Kamis (21/5), asing masuk deras dengan net buy 2,10 miliar lembar. Penyusutan drastis. Volume foreign sell melonjak dari 7,55 miliar ke 8,68 miliar lembar, sementara foreign buy justru tergerus dari 9,66 miliar ke 8,86 miliar lembar.
Secara mingguan, gambarannya lebih buram. Sepanjang 18-22 Mei 2026, investor asing mencatat net sell Rp1,86 triliun di pasar reguler. Kalau dihitung seluruh pasar, angkanya memang lebih kecil, net sell Rp808 miliar. Tetap saja, tekanan jual asing ikut menyeret IHSG terpeleset 8,35 poin secara point-to-point hingga parkir di posisi 6.162 pekan lalu.
Saham yang paling dihajar asing pekan ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Net sell asing di BBCA tembus Rp1 triliun, dan harganya ikut luntur 3,28% ke Rp5.900 per saham. Sektor perbankan dan pertambangan jadi dua beban yang ditanggung IHSG sekaligus.
Di sesi Jumat, daftar top sell harian cukup beragam. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin dengan net sell 201,85 juta lembar. Menyusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan net sell 115,50 juta lembar dari transaksi yang ramai, 1,49 miliar saham dibeli dan 1,60 miliar dijual. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masing-masing mencatat net sell 74,52 juta dan 70,35 juta lembar. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) keluar dengan net sell 60,40 juta lembar.
Di sisi sebaliknya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menjadi top buy harian dengan net buy 128,08 juta lembar, disusul PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sebesar 111,47 juta lembar dan PT Sentul City Tbk (BKSL) 72,23 juta lembar. Ketiganya emiten properti dan infrastruktur. Agaknya ada selera tersendiri asing di segmen ini, meski IHSG tertekan.
Yang menarik: PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) justru jadi emiten dengan net buy asing terbesar secara mingguan, mencapai Rp688,44 miliar. Tapi harganya tetap amblas 0,37% ke Rp2.720 per saham. Entah kebetulan atau tidak, akumulasi besar dari asing belum cukup menahan tekanan jual dari pelaku pasar lain. Pertanyaannya, berapa lama divergensi antara aliran modal dan harga ini bisa bertahan?
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga masuk daftar top buy Jumat, dengan net buy 49,79 juta lembar dari transaksi yang sepi, hanya 59,79 juta saham dibeli. Sinyal minat, tapi belum ada yang terlalu bersemangat.
Dengan IHSG yang sudah tergerus cukup dalam pekan lalu dan asing yang masih dalam mode selektif, pertanyaannya kini sederhana: apakah pekan ini asing benar-benar kembali, atau Jumat kemarin sekadar jeda dari tekanan jual yang lebih panjang?