Jumat (17/7/2026) jadi hari yang menyenangkan bagi pemegang saham perbankan. Investor asing masuk besar-besaran ke sektor ini dan mendorong IHSG naik 1,10% ke level 6.175,53.
Total net foreign buy di seluruh pasar tercatat Rp638,6 miliar, dan hampir semua aliran deras itu mengarah ke satu sektor: bank. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) jadi yang paling banyak diborong dengan net buy Rp691,9 miliar. Angka itu bahkan melampaui total net buy keseluruhan pasar, artinya asing sebenarnya lebih banyak jual di saham lain sambil tetap agresif mengakumulasi BBCA. Bukan main.
Di belakangnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membukukan net buy Rp375,4 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp267,7 miliar. Ketiganya kompak masuk keranjang belanja asing dalam satu sesi, sebuah pemandangan yang agaknya mencerminkan repositioning portofolio menjelang akhir pekan.
Di luar trio bank besar itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) ikut kecipratan dengan net buy Rp76,3 miliar. Tidak banyak, tapi cukup sinyal bahwa selera asing hari ini tak sesempit yang dikira.
Cerita berbeda datang dari sektor komoditas. Saham-saham energi dan tambang justru dihajar tekanan jual. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) jadi korban net sell terbesar ketiga, mencapai Rp41 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp34,4 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp30,9 miliar, PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp26 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) Rp24,3 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) Rp23,1 miliar. MEDC, INDY, BREN, TPIA, hingga ITMG juga ikut masuk daftar merah.
Polanya, kalau dicermati, cukup konsisten: asing keluar dari komoditas, masuk ke defensive play berupa saham bank berkapitalisasi besar yang likuid. Entah kebetulan atau tidak, rotasi semacam ini biasanya muncul ketika pelaku pasar global sedang tidak yakin dengan arah harga komoditas. Ibarat pedang bermata dua bagi investor yang masih pegang kedua sektor sekaligus.
Secara teknikal, sesi Jumat ini terbilang sehat. Sebanyak 363 saham ditutup menguat, 274 melemah, 328 stagnan. Nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp16,32 triliun dengan volume 24,04 miliar saham. Bukan hari sepi.
Pertanyaannya, berapa lama tren ini bertahan? Derasnya akumulasi asing di BBCA, BMRI, dan BBRI secara bersamaan dalam satu sesi bisa jadi sinyal awal dari sesuatu, atau sekadar pola klasik window dressing jelang akhir pekan. Investor ritel yang sudah lama nyangkut di sektor perbankan, setidaknya hari ini, bisa sedikit bernapas lega.