Harga boleh turun, tapi minat asing tidak.
Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ditutup melemah 4,17% ke Rp 1.035 pada Jumat, 8 Mei 2026. Tekanan yang cukup terasa untuk emiten yang baru melantai di bursa sejak Juli 2025. Tapi di balik koreksi itu, ada pola yang sulit diabaikan.
Asing justru masuk. Di hari yang sama saat harga amblas, net buy asing di pasar reguler mencapai Rp 2,15 miliar. Bukan angka receh.
Lihat lebih jauh, gambarnya makin jelas. Sepanjang pekan 4-8 Mei 2026, akumulasi beli bersih asing di CDIA tercatat Rp 19,09 miliar. Pekan keempat April sebelumnya: Rp 9,77 miliar. Pekan ketiga April: Rp 4,57 miliar. Total tiga pekan mendekati Rp 33,43 miliar, angka yang tidak main-main untuk emiten seukuran ini.
Pola beli saat harga terkoreksi semacam ini, entah kebetulan atau tidak, sering dibaca pelaku pasar sebagai sinyal akumulasi terencana. Pola klasik, kalau boleh bilang begitu.
Timingnya menarik. Tepat di hari yang sama, Jumat 8 Mei 2026, CDIA menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan tujuh agenda. Dua yang paling dinantikan: penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 dan perubahan susunan pengurus. Hasil resmi RUPST itu, agaknya, belum juga dirilis lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia hingga berita ini diturunkan.
Laba yang jadi pembahasan bukan angka kecil. CDIA membukukan laba tahun berjalan sebesar US$ 121 juta untuk tahun buku 2025, melonjak 285,2% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat US$ 31,42 juta. Ini sekaligus laba pertama sejak perseroan resmi melantai di bursa.
Masif. Dan perseroan sudah lebih dulu mendistribusikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 1,34 per saham pada 29 Januari 2026. Kini pasar menunggu: ada dividen final yang menyusul atau tidak.
CDIA berada di bawah kelompok usaha Prajogo Pangestu, konglomerat yang belakangan makin rajin muncul di radar investor lewat deretan emiten energi dan infrastruktur. Lonjakan laba hampir tiga kali lipat dalam setahun, ditambah asing yang terus mengakumulasi justru saat harga tertekan, menjadi kombinasi yang bak gayung bersambut bagi mereka yang sudah masuk lebih awal.