Total pembelian asing masuk Rp2,98 triliun, penjualan Rp2,43 triliun. Selisihnya, Rp554,48 miliar, parkir bersih di pasar saham Indonesia hingga tengah hari perdagangan Kamis (3/9/2026).
Dua nama paling diincar: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). BMRI mencatat net foreign buy terbesar, Rp270,59 miliar dengan volume 61,4 juta saham. CPIN menyusul di posisi kedua, Rp116,33 miliar atas 36 juta saham yang berpindah tangan.
Bukan aksi satu hari. Pada Rabu (2/9), asing sudah lebih dulu mengakumulasi BMRI dengan net buy Rp55,5 miliar. Ada pola yang terbentuk, bukan manuver dadakan.
Reaksi harga mengikuti. BMRI menguat 1,38% ke Rp4.420 di sesi I, dengan nilai transaksi Rp492,8 miliar dari 111,8 juta saham yang ditransaksikan. CPIN bahkan lebih agresif, melesat 7,9% ke Rp3.270 dengan nilai transaksi Rp249,6 miliar.
Dari sisi teknikal BMRI, yang cukup menarik perhatian analis adalah terbentuknya golden cross, SMA 20 hari memotong SMA 50 hari ke atas. Bagi sebagian pelaku pasar, ini bukan sinyal kecil. Harga BMRI kini bertahan di atas SMA 20 di level Rp4.202 dan SMA 50 di Rp4.159, sementara MACD mencatat nilai 27,591, jauh di atas signal line-nya di 9,031. Momentum, kalau data ini bisa dipercaya, masih condong ke atas.
Tapi ada yang perlu dicermati. Stochastic %K dan %D sudah berada di 90,3 dan 88,4, wilayah yang lazim dibaca sebagai jenuh beli. Harga juga sudah menembus Bollinger upper band di Rp4.326, dan posisinya kini menempel di kisaran resistance Rp4.360 hingga Rp4.420. Secara historis, BMRI bergerak dalam rentang tiga bulan antara Rp3.650 hingga Rp4.570. Ruang ke atas mulai menyempit.
Pertanyaannya, berapa lama momentum ini bisa bertahan?
Di luar dua saham utama, asing juga membukukan pembelian bersih di PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp71,03 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp57,73 miliar, dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp54 miliar. Nama-nama seperti ASII, BBNI, ANTM, PTBA, dan TINS turut masuk daftar belanjaan asing hari ini.
Di sisi jual, tekanan terbesar jatuh ke PT Bumi Resources Minerals Tbk (BULL), net foreign sell Rp82,89 miliar atas 177,11 juta saham. Disusul BRMS, BBCA, dan KOTA. BBRI pun masuk daftar saham yang dilepas asing. Agaknya ada rotasi dari satu bank pelat merah ke yang lain, pola klasik yang tidak asing buat veteran pasar.
Secara year to date, BMRI masih minus 13,3% dan CPIN bahkan lebih dalam di 27,4%. Kenaikan hari ini belum membalik gambaran besar itu. Tapi bagi asing yang masuk di harga rendah beberapa pekan terakhir, lonjakan CPIN 7,9% dalam sehari bukan cuan yang mengecewakan.