KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Asing Balik Badan di BUMI, Samuel Sekuritas Pasang...

Finansial

Asing Balik Badan di BUMI, Samuel Sekuritas Pasang Target Rp 300

Setelah sempat dilanda net sell pekan lalu, investor asing berbalik arah masuk ke BUMI dengan nilai beli bersih Rp 83,2 miliar. Samuel Sekuritas pasang target Rp 300, sementara Pilarmas lihat peluang jangka pendek di kisaran Rp 224-226.

Bumi Resources Minerals' net profit almost double in 2025 - Bumi Resources Minerals' net profit almost double in 2025

Dua pekan berturut-turut bisa menceritakan banyak hal. Pada 24-28 Agustus 2026, investor asing keluar dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan net sell Rp 132,1 miliar. Sepekan berselang, periode 31 Agustus hingga 4 September 2026, mereka balik badan, mencatat net buy Rp 83,2 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia. Putaran arah yang cukup tajam. Agaknya bukan tanpa alasan.

Saham BUMI ditutup di Rp 210 pada Jumat (4/9/2026), menguat 1,9% dalam sehari. Sepekan, BUMI melonjak 10,5%. Sebulan, melesat 25%. Sebelumnya, pada Selasa (1/9/2026), saham ini sempat melejit 7,2% ke Rp 206 dengan net buy asing harian Rp 172,2 miliar, salah satu angka terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Dari sisi teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas melihat ada ruang jangka pendek yang menarik. Support BUMI dipatok di Rp 196, dan selama harga bertahan di atas level itu, ada potensi penguatan menuju kisaran Rp 224-226 sebagai target terdekat. Bukan angka yang bikin dada berdegup, tapi bagi trader yang masuk di waktu tepat, cukup untuk mengantongi gain satu digit yang solid.

Samuel Sekuritas memandang jauh lebih jauh. Rumah riset ini mempertahankan rekomendasi beli dengan target Rp 300, mengindikasikan potensi upside hingga 42,8% dari harga terakhir. Target itu dihitung dengan metode sum of the parts (SOTP), yang menilai BUMI bukan sebagai satu entitas tunggal, melainkan penjumlahan nilai bisnis batu bara, emas, dan segmen lainnya secara terpisah.

Thesis-nya datang di waktu yang pas, entah kebetulan atau tidak. Samuel Sekuritas memperkirakan kinerja BUMI makin kuat mulai kuartal III-2026, ditopang dua katalis utama: ekspansi emas lewat akuisisi Wolfram yang mulai berproduksi akhir Mei 2026, serta Loyal Metal Mining yang rampung Agustus 2026. Produksi Wolfram diproyeksikan meningkat seiring beralihnya sumber material dari stockpile ke bijih hasil penambangan langsung, yang kadar bijihnya secara umum lebih baik. Target produksi setara tembaga 15 kiloton di 2026 disebut masih on track.

Di segmen batu bara, Samuel Sekuritas memercayai efek El Nino bisa mendongkrak harga komoditas ini dalam jangka menengah. Volume produksi pun dinilai relatif terlindungi berkat penggunaan conveyor belt. Pemulihan laba BRMS, anak usaha BUMI di segmen mineral, turut masuk dalam kalkulasi positif mereka.

Pertanyaannya, apakah semua itu cukup untuk menahan risiko yang sudah terdaftar? Samuel Sekuritas sendiri mengakui beberapa lubang yang perlu dikawal: harga batu bara berpotensi melemah dulu sebelum El Nino benar-benar menggigit, terutama setelah penyesuaian RKAB pada Juli 2026. Ada pula risiko keterlambatan eksekusi akuisisi, produksi Wolfram yang bisa meleset dari jadwal, hingga tekanan dari harga emas global yang sewaktu-waktu bisa membalik sebagian thesis ini.

Satu angka yang tidak bisa dipeluk-peluk: secara year to date, BUMI masih amblas 42,6%. Saham yang melesat 25% sebulan tapi minus 42% sejak Januari adalah saham yang sedang mendaki dari lubang yang sangat dalam. Apakah ini awal pemulihan sungguhan atau sekadar dead cat bounce, jawabannya baru terlihat di laporan keuangan kuartal III mendatang.