SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Apple Siapkan Fitur Anti-Jambret di iPhone, Kunci...

Tekno

Apple Siapkan Fitur Anti-Jambret di iPhone, Kunci Otomatis dalam Milidetik

Apple dikabarkan tengah mengembangkan fitur anti-snatch yang mampu mendeteksi aksi perampasan paksa dan langsung mengunci iPhone secara otomatis, kemungkinan debut di WWDC 2026 atau bersama iPhone 17.

Apple Siapkan Fitur Anti Jambret di iPhone, Bisa Langsung Kunci Otomatis Saat Dicuri

Sepanjang beberapa tahun terakhir, Apple terus menumpuk lapisan keamanan di iPhone. Stolen Device Protection hadir lewat iOS 17.3 awal 2024, menambahkan Face ID wajib plus jeda waktu ekstra di lokasi asing. Kini giliran yang lebih agresif: anti-snatch, sistem deteksi perampasan paksa yang dirancang mengunci perangkat bahkan sebelum pelaku sempat menyentuh layar.

Sistem ini mengandalkan akselerometer dan giroskop bawaan iPhone untuk membaca perubahan kecepatan dan arah gerakan ekstrem. Pola yang khas terjadi saat ponsel direnggut dari genggaman, lalu dibawa kabur dengan motor. Begitu pola itu terdeteksi, iPhone langsung memblokir akses ke layar utama, mengunci seluruh aplikasi, memutus koneksi jarak jauh, dan memperketat verifikasi keamanan. Dalam hitungan milidetik, kata laporan yang beredar.

Tapi bagaimana kalau perangkat sekadar terjatuh saat lari pagi, atau terguncang di angkot? Apple agaknya sudah memikirkan ini. Sistem berlapis yang mirip dengan Stolen Device Protection akan membaca konteks lingkungan sekitar, termasuk data GPS dan jaringan Wi-Fi tepercaya. Kalau iPhone berada di lokasi yang sudah dikenali, pemicu kunci otomatis bisa dinonaktifkan. AI on-device-nya terus belajar dari kebiasaan pengguna, sehingga false alarm di rumah atau kantor bisa ditekan.

Konsepnya bukan benar-benar baru. Google lebih dulu memperkenalkan Theft Detection Lock di Android dengan pendekatan serupa. Yang membedakan versi Apple, setidaknya itu klaim dari laporan yang beredar, adalah integrasi lebih dalam antara sensor hardware, AI on-device, dan ekosistem layanan seperti Apple Pay, iCloud, serta Passwords. Kalau fitur ini benar-benar jalan, iPhone yang berhasil dijambret secara teknis berubah jadi benda mati. Tanpa nilai jual, tanpa akses data.

Ancamannya memang bukan isapan jempol. Para pelaku kini tidak sekadar incar perangkat fisik untuk dijual. Target utama mereka adalah akses ke aplikasi perbankan, dompet digital, akun media sosial, dan identitas digital yang tersimpan di smartphone. Jeda beberapa detik antara momen perampasan dan korban berhasil mengaktifkan mode hilang secara manual sudah lebih dari cukup bagi pelaku yang paham teknologi.

Bocoran soal fitur ini muncul menjelang Worldwide Developers Conference 2026, ajang tahunan Apple yang biasanya dipakai untuk memperkenalkan pembaruan iOS dan fitur keamanan baru. Apakah anti-snatch bakal diumumkan di WWDC atau langsung debut bareng iPhone 17 di akhir tahun, belum ada kepastian. Apple juga belum mengonfirmasi apakah fitur ini akan tersedia untuk semua model iPhone atau hanya perangkat dengan kemampuan pemrosesan AI terbaru.

Buat pengguna di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya di mana aksi jambret ponsel bukan kabar langka, ini bisa jadi salah satu argumen terkuat untuk upgrade. Pertanyaannya tinggal satu: kapan?