RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Apple, Samsung, dan Tiga Raksasa China Kuasai Pasa...

Tekno

Apple, Samsung, dan Tiga Raksasa China Kuasai Pasar HP Dunia 2025

Dalam 15 tahun, peta pasar smartphone global berubah total. Nokia dan BlackBerry terlempar dari lima besar, digantikan Apple, Samsung, dan trio vendor China yang kini menguasai hampir sepertiga pasar dunia.

Global Smartphone Market Share: Quarterly

Pada 2010, satu dari tiga smartphone yang beredar di muka bumi adalah Nokia. Hari ini, nama itu bahkan tidak masuk lima besar.

Data terbaru International Data Corporation (IDC) untuk 2025 memperlihatkan transformasi pasar smartphone global yang bisa dibilang brutal. Apple dan Samsung kini duduk di singgasana yang lima belas tahun lalu masih milik Nokia dan BlackBerry, sementara tiga merek China muncul sebagai kekuatan yang sama sekali tidak terbayangkan di era QWERTY keyboard itu.

Apple memimpin dengan pengiriman 247,8 juta unit iPhone sepanjang 2025, meraup pangsa pasar 19,7 persen. Samsung menguntit di posisi kedua dengan 241,2 juta unit dan market share 19,1 persen. Dibanding angka mereka di 2010, kenaikannya tidak main-main: volume iPhone melonjak lebih dari lima kali lipat, Samsung bahkan lebih dari sepuluh kali lipat dari 23 juta unit.

Anehnya, meski volume pengiriman meledak, pangsa pasar keduanya pada 2025 masih lebih kecil dibanding Nokia saat berjaya di 2010. Nokia kala itu menguasai 33,1 persen pasar. Angka yang belum bisa disentuh siapapun sekarang. Ini bukan berarti Apple atau Samsung lemah, melainkan karena pasar kini jauh lebih ramai dan terfragmentasi.

Di sinilah cerita sesungguhnya berada. Pada 2010, belum satu pun merek China yang masuk radar lima besar IDC. Pada 2025, tiga sekaligus berhasil menembusnya. Xiaomi bertengger di posisi ketiga dengan 165,3 juta unit dan pangsa pasar 13,1 persen. Vivo menyusul di posisi keempat dengan 103,9 juta unit dan 8,2 persen, Oppo menutup daftar dengan 102 juta unit dan 8,1 persen. Secara agregat, ketiga merek China ini mengirimkan sekitar 371,2 juta smartphone sepanjang 2025, setara 29,4 persen pasar global. Lebih besar dari gabungan Apple dan Samsung, kalau dihitung per unit.

Nokia dan BlackBerry? Research In Motion (RIM), perusahaan di balik BlackBerry, pernah mencatat pengiriman 48,7 juta unit di 2010 dengan pangsa pasar 16,1 persen. HTC, yang dulu menutup daftar lima besar dengan 21,5 juta unit, juga ikut raib dari peta. Raib. Begitu saja. Keduanya menjadi pengingat keras bahwa di industri ini, tidak ada yang terlalu besar untuk jatuh.

Total pasar tumbuh hampir empat kali lipat, dari 302,6 juta unit pada 2010 menjadi sekitar 1,26 miliar unit pada 2025. Pasar yang jauh lebih besar, tapi agaknya justru lebih sulit dikuasai secara mutlak. Lima vendor terbesar di 2010 bersama-sama memegang 79,6 persen pasar. Pada 2025, lima besar hanya menguasai 68,2 persen. Vendor-vendor di luar lima besar kini menyumbang sekitar 400 juta unit atau 31,7 persen, naik dari hanya 20,4 persen di 2010.

Artinya, satu dari tiga smartphone yang terjual tahun ini bukan produk dari nama-nama besar tadi. Fragmentasi ini, bisa jadi, justru yang paling menarik dicermati investor yang melirik saham teknologi dan elektronik konsumen global. Pertanyaannya: siapa lagi yang akan menyusul Nokia ke tempat yang tidak ingin dituju siapapun?