Dua belas aplikasi dan game. Dari 36 finalis global yang bersaing di Apple Design Awards 2026, hanya segitu yang pulang membawa penghargaan tahunan Apple ini, diumumkan jelang bergulirnya Worldwide Developer Conference (WWDC) 2026 pada 8-12 Juni mendatang.
Susan Prescott, Vice President of Worldwide Developer Relations Apple, menyebut para pemenang tahun ini sebagai "cerminan luar biasa dari bagaimana pengembang menciptakan pengalaman yang luar biasa." Ia menambahkan bahwa semua aplikasi dan game terpilih memperlihatkan potensi besar platform Apple, baik lewat fitur intuitif maupun pengalaman bermain yang menyenangkan. Klaim yang, setidaknya untuk beberapa pemenang, sulit dibantah.
Penghargaan dibagi ke enam kategori. Untuk Kegembiraan dan Keseruan, Apple memilih grug dari Ocho (Belanda), aplikasi afirmasi harian yang menawarkan momen refleksi kecil dengan gaya menghibur, serta Is This Seat Taken? dari Poti Poti Studio (Spanyol). Puzzle logika berlatar transportasi umum, bergaya kartun, entah kenapa bikin ketagihan.
Di kategori Inklusivitas, Guitar Wiz dari pengembang India Bijoy Thangaraj menyabet penghargaan aplikasi berkat integrasi aksesibilitas Apple yang menyeluruh, termasuk Dynamic Type, Increased Contrast, dan Differentiate Without Color. Untuk game, Pine Hearts dari Hyper Luminal Games (Inggris) menang lewat pendekatan ramah bagi pemain dengan keterbatasan kemampuan tertentu.
Kategori Inovasi boleh jadi yang paling ramai dibicarakan. Blue Prince dari Dogubomb (AS) memenangkan sisi game, dan wajar saja. Sejak rilis, judul eksplorasi-puzzle ini sudah jadi bahan diskusi panjang di komunitas gaming. Lapisan narasi tersembunyi, rahasia yang butuh berjam-jam untuk diungkap, atmosfer yang susah dijelaskan kalau belum memainkannya langsung. Apple menilai struktur ruangan-demi-ruangan yang dipadukan dengan penceritaan lingkungan lewat gambar gantung dan catatan tulisan tangan sebagai sesuatu yang menonjol di genrenya.
Di sisi aplikasi untuk kategori yang sama, NBA: Live Games & Scores dari NBA Media Ventures memperlihatkan bagaimana Apple Vision Pro bisa jadi perangkat hiburan sungguhan, bukan sekadar gadget mahal yang tampak keren di etalase. Lima pertandingan live sekaligus, statistik real-time mengambang, mode meja 3D, plus Audio Spasial. Apple Vision Pro akhirnya punya argumen yang lebih konkret.
Kategori Interaksi jatuh ke tangan Moonlitt: Moon Phase Tracker dari Flipping Hues Srls (Italia), yang disebut Apple sebagai salah satu implementasi Liquid Glass terbaik di kelasnya. Untuk game, Sago Mini Jinja's Garden dari Sago Mini (Kanada) menang lewat mekanik geser sederhana yang memang dirancang untuk anak-anak.
Dua kategori tersisa. Di Dampak Sosial, Primary dari Wood Metal Rocks (AS) menawarkan pengalaman membaca berita berbasis spasial di Vision Pro, sementara Consume Me dari Jenny Jiao Hsia dan AP Thomson membawa tema otobiografi yang personal dan emosional ke dalam format game. Bukan jenis konten yang biasanya menang di penghargaan semacam ini. Agaknya cukup berani untuk dipilih Apple.
Tide Guide: Charts & Tables dari Condor Digital (AS) menyabet Visual & Grafis lewat grafik pasang surut dan data cuaca yang dikemas dengan animasi layar penuh serta palet warna bernuansa langit. Fungsional sekaligus enak dipandang.
Pertanyaannya, apa yang membuat daftar tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya? Tidak semua pemenang datang dari studio besar. Nama-nama indie masuk berdampingan dengan pemain sekaliber NBA. Seluruh pemenang akan diumumkan langsung di atas panggung WWDC 2026.