RABU, 7 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Apple Bawa Deteksi Sleep Apnea dan Tes Pendengaran...

Tekno

Apple Bawa Deteksi Sleep Apnea dan Tes Pendengaran ke 160+ Negara, India Sudah Bisa Menikmati

Apple resmi memperluas fitur kesehatan Apple Watch dan AirPods Pro ke lebih dari 160 negara, termasuk India. Deteksi sleep apnea, tes pendengaran, hingga notifikasi hipertensi kini bisa diakses jutaan pengguna di luar AS.

Ilustrasi perbandingan Samsung Galaxy S26 dan iPhone 17 Pro sebagai flagship masa depan

Greg Joswiak, SVP of Marketing Apple, tidak main-main ketika mengunggah pengumuman ini di platform X beberapa hari lalu. "Apple Health is integral to users' lives, and we're expanding important features globally. I'm thrilled we offer them in 160+ countries and regions," tulisnya. Konfirmasi resmi bahwa fitur-fitur yang selama ini jadi hak eksklusif pengguna Amerika Serikat kini tersedia di lebih dari 160 negara dan wilayah.

Ekspansi ini mencakup tiga fitur andalan: deteksi sleep apnea, notifikasi hipertensi, serta hearing test dan hearing aid melalui AirPods Pro. India masuk sebagai salah satu pasar baru yang kini kebagian akses penuh ke seluruh fitur tersebut.

Begini cara kerja deteksi sleep apnea di Apple Watch. Akselerometer di pergelangan tangan menangkap getaran kecil yang dikaitkan dengan gangguan pola napas normal. Data tidak langsung diproses malam itu juga, melainkan diakumulasi selama 30 hari. Apple mewajibkan pengguna memakai jam tangannya minimal 10 malam dalam periode tersebut agar algoritma bisa bekerja akurat. Kalau polanya konsisten mengarah ke sleep apnea tingkat sedang hingga berat, barulah notifikasi dikirim.

Sleep apnea bukan kondisi sepele. Napas yang berhenti berulang kali saat tidur membuat tubuh kekurangan oksigen, dan jika dibiarkan, risikonya merambah ke hipertensi, diabetes tipe 2, sampai gangguan jantung. Hasilnya pun bisa meleset karena konsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, infeksi saluran pernapasan atas, atau sekadar posisi tidur yang berubah.

Fitur ini didukung pada Apple Watch Series 9, Series 10, Series 11, Ultra 2, dan Ultra 3, dengan syarat perangkat sudah menjalankan watchOS 26 atau lebih baru.

Dari sisi klinis, fitur hipertensi agaknya yang paling menarik untuk dicermati. Apple Watch menggunakan optical heart-rate sensor untuk mendeteksi pola detak jantung yang mencurigakan dan memberikan peringatan dini. Dukungan perangkatnya identik dengan fitur sleep apnea.

Dua fitur pendengaran hadir di AirPods Pro 2 dan Pro 3, masing-masing dengan fungsi yang berbeda. Hearing Test bekerja dengan memutar nada pada berbagai frekuensi dan level volume, lalu meminta pengguna mengetuk layar setiap kali mendengar suara tersebut. Lima menit. Hasilnya berupa audiogram lengkap: angka kehilangan pendengaran per telinga dalam satuan desibel, klasifikasi kondisi, dan rekomendasi tindak lanjut. Apple mengklaim metodologi ini setara dengan pure-tone audiometry yang digunakan di klinik, dan kalau data ini bisa dipercaya, itu klaim yang tidak kecil.

Hearing Aid lain lagi soalnya. Fitur ini benar-benar berfungsi sebagai alat bantu dengar setara klinis untuk kasus kehilangan pendengaran ringan hingga sedang, dilengkapi Media Assist yang meningkatkan kejernihan suara saat streaming musik, menonton video, atau bertelepon. Semua hasil tersimpan di aplikasi Health dan, menurut Apple, tidak keluar dari perangkat pengguna.

Penyebaran fitur ini berlangsung bertahap. Italia sudah mendapat akses ke Hearing Aid; Taiwan kebagian notifikasi hipertensi. Pengguna di negara yang baru masuk daftar disarankan rutin memeriksa aplikasi Apple Health karena ketersediaannya bisa berbeda-beda tergantung wilayah.

Buat pengguna Apple Watch dan AirPods Pro di Indonesia, pertanyaannya kini tinggal satu: kapan giliran kita?