SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Anwar Ibrahim Akui Stok BBM Petronas Hanya Aman Sa...

Ekonomi

Anwar Ibrahim Akui Stok BBM Petronas Hanya Aman Sampai Mei, Juni Masih Gelap

PM Malaysia Anwar Ibrahim secara terbuka mengakui pasokan BBM Petronas hanya cukup hingga Mei 2026, sementara ketersediaan untuk Juni masih belum jelas di tengah krisis energi akibat blokade Selat Hormuz.

Pasokan untuk April dan Mei aman. Juni? Belum pasti.

Kalimat itu bukan bocoran internal, bukan analisis konsultan energi. Keluar langsung dari mulut Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat meresmikan Program Madani Rakyat Perak 2026, awal April lalu. Kepala pemerintahan Malaysia sendiri yang bilang, terang-terangan.

Blokade Selat Hormuz oleh Iran, sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel, kini bukan lagi drama geopolitik yang bisa ditonton dari kejauhan. Efeknya sudah tiba di Asia Tenggara, dan Malaysia jadi salah satu yang paling terbuka mengakui tekanannya.

Ironis, sebetulnya. Malaysia bukan negara kering sumber daya. Petronas selama puluhan tahun adalah eksportir minyak, tulang punggung penerimaan negara. Tapi status itu sudah lama bergeser. Petronas kini murni importir. Perusahaan yang dulu jual minyak ke luar, sekarang harus antri beli dari luar juga.

Anwar bilang langsung soal ini. "Petronas kini menjadi importir murni, kita perlu beli minyak. Pasokan untuk April dan Mei mencukupi, tetapi untuk Juni masih belum pasti," katanya seperti dilaporkan Bernama.

Pergeseran inilah yang menjelaskan mengapa Malaysia, negara produsen minyak sekalipun, tetap bisa terseret pusaran krisis pasokan global. Strukturnya sudah berubah jauh sebelum blokade ini pecah.

Pernyataan Anwar soal Juni, jujur saja, lebih terasa seperti peringatan dini ketimbang sekadar update situasi. Tidak ada jaminan. Tidak ada angka konkret. Hanya "belum pasti" yang menggantung.

Selat Hormuz bukan sembarang jalur. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia lewat sana. Kalau tersumbat, semua ikut sesak. Dan Malaysia, yang diam-diam sudah berganti kubu dari penjual ke pembeli, kini merasakan betapa rentannya posisi itu.

Negara-negara lain di kawasan? Agaknya sedang menghitung stok mereka dengan diam-diam.