SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Anthropic Luncurkan Mythos Preview dan Project Gla...

Tekno

Anthropic Luncurkan Mythos Preview dan Project Glasswing, Buru Celah Keamanan yang Lama Tertimbun

Anthropic merilis model AI terbarunya, Mythos, yang diklaim mampu mendeteksi ribuan celah keamanan zero-day, termasuk yang bersembunyi selama dua dekade di sistem kritis global.

Ribuan celah keamanan yang sudah bersarang di sistem selama satu hingga dua dekade, diangkat ke permukaan dalam hitungan pekan. Bukan oleh tim red team manusia.

Itulah klaim yang dilontarkan Anthropic saat memperkenalkan Mythos Preview, model frontier terbaru mereka yang dirilis dalam format pratinjau terbatas. Bersamaan dengan itu, perusahaan mengumumkan Project Glasswing, program kemitraan yang dirancang untuk memperkuat keamanan perangkat lunak kritis di skala industri.

Mythos bukan sekadar iterasi Claude berikutnya. Anthropic menyebutnya model paling kuat yang pernah mereka kembangkan, dengan kemampuan penalaran dan agentic coding yang diklaim jauh melampaui seri Claude Opus. "Kemampuan yang kami amati pada Mythos Preview dapat membentuk kembali keamanan siber," tulis pihak perusahaan. Angka yang mereka sodorkan cukup untuk bikin orang berhenti sejenak, kalau data ini bisa dipercaya.

Nama "Mythos" sendiri baru resmi sekarang. Model ini sebelumnya sempat bocor lewat laporan Fortune, ketika dokumen internal Anthropic tak sengaja terekspos dan menyebut kode nama "Capybara." Kini konsorsium mitranya sudah terbentuk.

Dua belas organisasi mendapat akses awal lewat Project Glasswing: Amazon, Apple, Broadcom, Cisco, CrowdStrike, Microsoft, Palo Alto Networks, dan Linux Foundation, plus sejumlah nama lain. Sekitar 40 organisasi tambahan yang membangun atau memelihara infrastruktur perangkat lunak kritis juga akan menyusul. Temuan dari setiap mitra rencananya dibagikan agar industri lebih luas ikut kecipratan manfaatnya.

Fokus utama program ini adalah pemindaian kerentanan pada kode sistem, baik internal maupun open source. Apple, misalnya, akan memanfaatkan Mythos Preview secara spesifik untuk membenahi pertahanan iOS, macOS, dan Safari. Pengumuman ini datang tepat ketika tekanan pada vendor-vendor besar untuk menambal celah di lapisan OS mereka sedang memuncak.

Soal pendanaan: Anthropic mengalokasikan komitmen senilai US$100 juta, sekitar Rp1,7 triliun, dalam bentuk kredit penggunaan API. Para mitra bisa menjalankan pengujian keamanan tanpa menanggung biaya akses langsung. Tidak main-main.

Yang agaknya paling menarik perhatian adalah keputusan Anthropic untuk tidak merilis Mythos ke publik dalam waktu dekat. Perusahaan mengakui model ini terlalu kuat untuk dilepas bebas, khawatir justru dimanfaatkan aktor jahat untuk mengeksploitasi celah ketimbang menambalnya. Ibarat pedang bermata dua: semakin tajam kemampuannya mendeteksi kerentanan, semakin berbahaya kalau jatuh ke tangan yang salah. Pertanyaannya, siapa yang akhirnya memutuskan kapan model ini cukup "aman" untuk diluncurkan lebih luas?

Negosiasi dengan pejabat pemerintah Amerika Serikat soal akses Mythos pun masih berlangsung dan jalannya tidak mulus. Pentagon sebelumnya melabeli Anthropic sebagai risiko rantai pasokan, gesekan yang bermula ketika perusahaan menolak izin penggunaan Claude untuk sistem penargetan senjata otonom maupun pengawasan massal terhadap warga sipil. Sengketa ini masih bergulir di pengadilan.

Bagi industri keamanan siber, Mythos dan Project Glasswing adalah sinyal keras bahwa AI kini bukan sekadar alat bantu analis. Ia bisa jadi pemburu celah yang bekerja tanpa lelah, tanpa jam kantor, dan, beda dari junior analis mana pun, tanpa pernah butuh kopi.