Pelaku penipuan sekarang tidak cukup hanya spoofing nomor. Mereka sudah pakai AI deepfake untuk meniru suara anggota keluarga atau atasan, membuat korban sulit membedakan mana panggilan asli dan mana jebakan. Google rupanya sadar betul ancaman ini makin meresahkan, dan jawabannya ditanamkan langsung di aplikasi Phone by Google.
Fitur yang disebut fake call detection ini bekerja dengan cara yang agaknya sederhana di permukaan, tapi cerdas di balik layar. Ketika dua pengguna sama-sama menggunakan aplikasi Phone by Google, kedua perangkat saling "berjabat tangan" secara diam-diam melalui jaringan RCS yang terenkripsi end-to-end. Sinyal verifikasi dikirim real-time untuk mengonfirmasi bahwa panggilan benar-benar berasal dari perangkat fisik si penelepon, bukan dari komputer atau perangkat lain yang memalsukan nomor.
Kalau sinyalnya tidak muncul, peringatan langsung muncul di layar. Efektif memutus rantai modus impersonation scam sebelum korban sempat tertipu.
Fitur ini aktif secara default begitu tersedia, meski pengguna tetap bisa mematikannya lewat menu pengaturan. Rollout global dimulai bulan ini untuk perangkat Android 12 ke atas, dengan lini Pixel sebagai yang pertama kebagian. Pengguna Samsung, Xiaomi, Oppo, dan merek lain yang selama ini memakai aplikasi telepon bawaan pabrik tidak perlu khawatir tertinggal. Cukup unduh Phone by Google dari Play Store secara gratis, jadikan aplikasi telepon default, dan proteksi ini langsung aktif.
Peluncuran fitur ini bukan sendirian. Google sekaligus memperluas akses aplikasi Personal Safety untuk pengguna di bawah 13 tahun, memungkinkan informasi medis dan kontak darurat ditampilkan di layar kunci, plus fitur deteksi kecelakaan kendaraan. Bukan main cakupannya.
Google Photos kebagian fitur baru bernama Wardrobe yang mampu mengenali dan mengatalogkan pakaian dari foto-foto pengguna, termasuk opsi mencoba pakaian secara virtual. Saat ini baru tersedia di Amerika Serikat, India, dan Brasil untuk perangkat Android 10 ke atas. Google Play Books juga mendapat sentuhan AI, dengan kemampuan memberikan informasi tambahan dari teks yang disorot dan membuat ringkasan bacaan secara otomatis.
Circle to Search ikut diperbarui. Kalau sebelumnya hanya bisa mengenali satu objek dalam gambar, sekarang bisa mengidentifikasi dan mencari beberapa objek sekaligus. Quick Share pun diperluas ke lebih banyak perangkat, termasuk kemampuan berbagi file dengan pengguna Apple yang memakai AirDrop. Gboard juga tidak ketinggalan: Emoji Kitchen kini bisa menggabungkan lebih banyak kombinasi emoji untuk menghasilkan stiker dan ekspresi baru.
Semuanya bergulir menjelang peluncuran Android 17 yang dijadwalkan akhir tahun ini. Buat pengguna yang sering jadi target modus "mama minta transfer", fitur deteksi panggilan palsu ini boleh jadi pembaruan paling berdampak dari seluruh paket update yang Google rilis kali ini.